Ambon, Siwalima

Komisi IV DPRD Provinsi Maluku mengingat, Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (PK) Maluku untuk mengutamakan mutu pendidikan walaupun dengan sistem pembelajaran secara daring.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Ruslan Hurasan mengatakan, pembelajaran pada tahun ajaran baru  bagi sekolah menengah atas secara serentak telah dimulai sejak 13 Juli lalu, baik untuk sekolah yang berada dizona merah maupun zona hijau dengan berbagai pengaturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengaturan yang ada sangat didukung oleh komisi IV selaku mitra Dinas PK, dengan tujuan  agar siswa tetap memperoleh pendidikan secara daring, walaupun ditengah pandemi Covid-19 yang sementara melanda beberapa daerah di Maluku.

“Kondisi ini jika dilihat ada yang berbeda dari proses pembelajaran di tahun ajaran sebelumnya, dimana siswa dan siswi diberikan proses pembelajaran yang baru yaitu dengan proses daring,” ujarnya.

Baca Juga: KPU Pantau Pelaksanaan Coklit di Kecamatan Waesama

Dikatakan, apapun metode pembelajaran yang digunakan tetapi proses pendidikan tetap harus berjalan, akan tetapi Dinas Pendidikan harus tetap memperhatikan dan mengutamakan mutu pendidikan dari semua sekolah SMA dan SMK yang ada dibawah naungan Pemerintah Provinsi.

Diakuinya, walaupun daerah ini sudah dilanda dengan pandemi covid-19 diakhir tahun ajaran baru lalu, tetapi tingkat kelelusan SMA dan SMK di Provinsi Maluku masih dalam kategori baik dan diharapkan mutu pendidik hari ini dan seterusnya juga terus  mengalami peningkatan.

Hurasan juga meminta agar dalam kondisi seperti ini tetapi  Pemda harus fokus memper­hatikan infrastruktur pendidikan yang ada didaerah-daerah  terluar misalnya Kabupaten Aru dan Kabupaten MBD, sebab bebe­rapa kali Komisi IV melaku­kan pengawasan didaerah terluar ternyata masih banyak infra­struktur yang belum siap, seperti Ruang kelas belajar (RKB).

Hal ini perlu agar ketika pandemi Covid-19 telah selesai dan proses pembelajaran kembali normal, maka infrastruktur pendidikan yang ada telah siap untuk digunakan oleh siswa dan guru, sehingga tidak terlena dengan virus corona yang ada. (Cr-2)