AMBON, Siwalimanews – Anggota DPRD Provinsi Maluku Komisi III Fauzan Husni Alkatiri mendukung pihak Bandar Udara(Bandara) Amahai dalam perencanaan untuk membuka rute penerbangan pesawat perintis yangbaru Yakni Amahai-Ambon dan Amahai-Wahai atau Bula SBT.

“Rute Amahai-Ambon dan Amahai-Wahai atau Bula SBT akan dibuka, tentu kita sangat se­nang, dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena sudah menam­bahkan konektivitasantar daerah maupun antara kabupaten pulau di Maluku lewat penerbangan domestik itu,”ungkap Fauzan, kepada Siwalima, di Baileo Rakyat Karang Panjang, Kamis (25/2).

Di daerah-daerah lain misalnya, kata dia, ada penerbangan kecil yang masuk ke wilayah-wilayah sehingga dapat mengatasi masalah keterisolasian .”Seperti jejadian beberapa waktu yang lalu,ada orang sakit yang didorong itu juga jadipersoalan, adanya ha itu juga itu dapat dianggap sebuah masalah konektivitas yang merugikan masyarakat dan saya tahu betul ada niat baik dari pemerintah Provinsi Maluku untuk membuka keterisolasian yang terjadi,” jelasnya.

Diakuinya, ada anggaran yang dari tahun 2020 yang langsung dikhususkan untuk untuk pem­bangunan infrastruktur dengan keterisolasian itu.

“Dengan adanya penerbangan rute baru dapat mengatasi keterisolasian karena dapat menghubungkan daerah-daerah yang agak sulit untuk di akses,” kata Fauzan.

Baca Juga: Kabag Pemerintahan Terkesan Cuci Tangan

Ia berharap, penerbangan rute baru harus ada manfaatnya kepada masyarakat terutama diProvinsi Maluku, dengan ukuran itu harus menjadi patokan, sehingga pembangunan punya manfaat langsung bagi masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, pihak Bandar Udara Amahai rencana buka rute penerbangan pesawatperintis yang baru, Amahai-Ambon dan Amahai-Wahai atau Bula SBT. Rencana tersebut akan diusulkan oleh Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Amahai kepadaDirjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan.”Rencana kita usul agar tahun depan Bandara Amahai buka rute penerbangan yang baru, yaiturute Amahai-Wahai atau Bula dan Amahai-Ambon PP,” kata Januaris Seralurin, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Ama­hai, di Masohi, Senin (22/2).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Januaris minta dukungan Pemda Maluku Tengah (Malteng)dalam hal ini Bupati dan DPRD.

“Tinggal rekomendasi Pemda dan itu akan kami sampaikan secara langsung karena saya barubertugas di sini dan belum sempat ketemu Bapak Bupati. Kami harap ke depan ada dukunganDPRD dan Bupati agar realisasi rute penerbangan pe­rintis yang baru di Bandara Amahai terlaksana,” harapnya.

Jika rute penerbangan perintis yang baru di buka maka, jarak tempuh Amahai-Wahai atau Buladan Amahai-Ambon menjadi singkat.

“Kalau rute itu bisa dilakukan maka, yang tadinya warga akses perjalanan Amahai Masohi keWahai atau Bula SBT dengan 4 sampai 6, 7 jam lewat darat, tapi dengan pesa­wat, hanya kurang lebih 45 menit. Begitu juga dengan perjalanan Amahai ke Ambon tak sampai sejam,” jelasnya.

Januaris mengatakan, pihaknya punya visi jadikan Bandara Amahai menjadi Bandara yang sejajar dengan Bandara lainnya di Indonesia yang bisa melayani banyak penerbangan. Hal itu kata Dia semata-mata untuk kemajuan Maluku Tengah.

Olehnya itu, dibutuhkan duku­ngan semua pihak terutama masya­rakat sekitar Bandara dan pihakTNI AU maupun Pemda untuk mewujudkan niat tersebut.

“Saat ini, Bandara Amahai baru melayani penerbangan pesawat perintis Amahai-Banda danAmahai-Fakfak Papua Barat dengan pesawat NAM AIR jenis Twint Otther. Jadwal tersebut hanya seminggu sekali yakni setiap hari Senin,” katanya. (S-51)