AMBON, Siwalimanews – Ketua Komisi IV DPRD Maluku Samson Atapary mengaku, pengawasan tahap I akan difokuskan pada pemanfaatan DAK Pendidikan, yang tersalurkan ke beberapa kabupaten tahun 2020 kemarin.

“fokus pengawasan kita nanti pada Kabupaten Buru, Bursel dan SBT terkait penggunaan DAK Pendidikan, karena di tahun 2020, Dikbud Provinsi Maluku dapat dana ini cukup besar dan hampir seluruh SMA dan SMK di Maluku dapatkan dana ini,” ungkap Atapary kepada Siwalimanews di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu(17/3).

Menurutnya, kucuran dana ini ke setiap sekolah bervariasi, dimana ada sekolah yang menerima Rp 300 juta bahkan ada yang sampai Rp 3 miliar, tergantung jumlah ruangan yang dibangun. Bantuan yang paling banyak ada pada SMK, dikarenakan peralatan yang dibutuhkan cukup banyak, sehingga DAK yang didapat itu sekitar Rp 2-3 miliar.

Untuk itu, Komisi IV akan lebih fokfus melakukan pemeriksaan secara fisik, bantuan-bantuan yang berasal dari DAK tersebut, seperti pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, moubiler serta peralatan penunjang pendidikan lainnya, apakah sudah dilakukan tepat sasaran atau tidak

“Ini hanya soal pengelolaan DAK, karena dana ini tidak diberikan kepada pihak ke 3. Nantinya hasil pengawasan ini, jika tidak ditemukan suatu kejanggalan yang signifikan, dari uji sample, maka tidak dilakukan pemeriksaan, dikarenakan waktunya mepet, sehingga hanya uji petik,” pungkasnya. (S-51)

Baca Juga: Tiga Pelaku Penganiayaan Husein Suat Hingga Tewas, Divonis Bervariasi