AMBON, Siwalimanews – Proses pembangunan Bandara Tepa telah direncanakan sejak 2015 namun karena telah melewati batas waktu dokumen pembangu­nan harus direviuw kembali.

Untuk itu tim di kirim melakukan pengambilan data terkait topografi, arah angin, tanah dan data lainnya dalam menunjang proses bandara itu sendiri.

Kepala Dinas Perhubungan MBD Herdy Ubro mengaku menindaklanjuti  pertemuan tim Konsultan PT. Multi Konsulindo Mandiri dengan bupati dilakukan pertemuan dengan bersama masyarakat Desa Imroing.

Ubro menjelaskan secara kewenangan, pembangunan bandara kewenangan provinsi dan untuk pelaksanaan  pembangunan akan dibiayai melalui APBD Provinsi Maluku yang ditampung pada Dinas Perhubungan.

“Tim akan bertugas selama lebih tiga Minggu kedepan untuk pengambilan data terkait topografi, arah angin, tanah dan data lainnya yang akan menunjang proses bandara. Pemerintah daerah sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan serta seluruh masyarakat agar proses ini berjalan dengan  baik dan lancar,” harapnya.

Baca Juga: Walikota: Balai Kesehatan Mata Bisa Jadi BLUD

Dikesempatan yang sama camat Pulau-pulau Babar, A. Unetbu mengatakan pemerintah kecamatan dan seluruh masyarakat akan men­-dukung penuh proses pembangu­nan bandara ini sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Hal yang sama disampaikan oleh Kaur Pemerintahan Desa Imroing yang hadir mewakili kepala desa juga menyampikan bahwa masyarakat secara khusus mendorong dan mendukung penuh proses pembangunan bandara ini.

“Masyarakat juga berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Pemerintah Provinsi Maluku yang terus mendorong sehingga terlaksananya pembangunan bandara ini,” ujarnya.

Tambah Bandara

Diberitakan sebelumnya, memperlancar arus perhubungan udara dan mendukung pembangunan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya berencana menambah lagi satu bandara di Pulau Larat, Kecamatan Pulau-pulau Babar.

Saat ini di Kabupaten MBD sudah ada dua bandara perintis yakni bandara Jos Orno Imsula di Pulau Moa dan Bandar Udara John di pulau kisar.

Untuk itu pemerintah Kabupaten MBD terus melakukan upaya dalam mendorong percepatan proses pembangunan Bandara Tepa, setelah dokumen survey yang pernah disiapkan melewati batas waktu yang ditentukan atau kadaluarsa.

Bupati MBD, Benyamin Thomas Noachmengatakan, mendukung penuh pelaksanaan survey  dan reviu Bandara Tepa yang akan dilakukan  oleh Tim Konsultan PT. Multi Konsulindo Mandiri yang diketuai oleh Asaitiel Muhro dan didampingi PPK Dinas Perhubungan Maluku ketika melakukan pertemuan bersama di kediaman Bupati MBD belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, bupati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perhubungan serta tim konsultan yang mau datang dan melakukan survey lokasi bandara.

Ia berharap, pelaksanaan survey dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang baik sehingga proses selanjutnya dapat berjalan dengan lancar pula.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten MBD, Herdy D. Ubro mendambahkan dokumen survey ini merupakan salah satu dokumen penting untuk menetapkan izin prinsip dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terkait proses pelaksanaan pembangunan bandara.

Survey lokasi Bandara Tepa dilakukan oleh konsultan yang sudah ditunjuk Pemerintah Provinsi Maluku. “Tim ini akan berangkat ke Tepa untuk melakukan survei selama tiga minggu kedepan,” terang kadis.

Untuk itu dirinya dan pemerintah berharap dukungan semua lapisan masyarakat sehingga semua tahapan dan perjuangan pembangunan bandara ini dapat diselesaikan pada waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk diketahui keneterian perhubungan berencana membangun tiga bandara di Maluku di tahun 2020 yakni Bandara Tepa di Kabupaten Maluku Barat Daya, Bandara Pulau Gorom di Kabupaten Seram Bagian Timur dan Bandara Banda Naira di Kabupaten Maluku Tengah.

Kementerian perhubungan juga telah menyiapkan anggaran pembangunan masing-masing bandara senilai Rp150 miliar. (S-09)