AMBON, Siwalimanews – Tasya Siahaya, Ibu Rumah Tangga berusia 23 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, usai terlibat cek cok dengan suaminya Kelvin Pasumain (28).

Warga RT.002, RW. 002 Air Salobar Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini ditemukan oleh tetangganya dalam posisi tergantung dan sudah tidak bernyawa di kamar rumahnya, Selasa (17/4) malam.

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan Rabu (17/4) menjelaskan, penemuan tersebut berawal ketika tetangga korban, Naldo Laileru (28) bersama Istrinya datang kerumah korban untuk meminta Daun Kelor.

Tiba di rumah korban, saksi bersama istrinya mendengar suara tangisan anak korban dari dalam kamar korban yang dalam kondisi terkunci.

Tak merasa curiga, saksi lalu pergi memetik daun kelor untuk dimasak. Tak lama berselang, saksi mulai curiga lantaran anak korban yang berada didalam kamar terus menangis.

Baca Juga: Kasus Lahan Dinkes Masuk Pusaran Korupsi

Saksi lalu menuju kamar tersebut dan mengetok pintu kamar korban. Karena tidak dibuka, saksi menuju jendela kamar dan mengintip kedalam, disana saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung.

“Saksi sempat berusaha melihat dari celah pintu kamar namun tidak kelihatan, kemudian saksi berjalan menuju keluar rumah dan melihat kedalam kamar dari kosen jendela bagian luar dan terlihat korban sementara terlilit tali di leher,”jelas Luhukay.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memberitahukan kepada Leo Mandacan yang sementara makan di rumah korban untuk mendobrak pintu kamar.

“Setelah pintu berhasil didobrak para saksi mendapati korban sudah tergantung dan dalam kondisi tidak bernyawa,”ungkapnya.

Usut punya usut sebelum ditemukan gantung diri, korban diduga sempat cek cok dengan suaminya, lantaran korban ketahuan selingkuh.

Hal tersebut juga diakui korban ke suaminya sebelum akhinya suami korban memilih meninggalkan rumah.

“Dari pengakuan suami korban, sebelum gantung diri mereka ada cek cok soal rumah tangga disitu suami korban hendak keluar rumah namun korban sempat bilang “jang keluar dari rumah, kalo ose kaluar nanti beta biking sesuatu”, tapi suami korban tetap keluar, yang akhirnya suami korban dihubungi kerabat bahwa korban sudah gantung diri,”ujarnya.

Kabar gantung diri korban membuat suaminya lemas dan tidak sadarkan diri, selanjutnya suami korban diantara ke RSU Haulussy Kudamati untuk mendapat perawatan medis.

Personel Polsek Nusaniwe yang dipimpin oleh Kapolsek Nusaniwe AKP, Johan Anakotta yang mendapat informasi langsung menuju TKP disusul Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Ambon. Tiba di TKP Polisi kemudian mengamankan TKP serta mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum luar. (S-10)