AMBON, Siwalimanews – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku Ismail Usemahu mengungkapkan, hingga Selasa (10/1) pukul 17.00 WIT, data kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulau Tanimbar dan MBD akibat gempa sebanyak 124 unit.

Usemahu kepada wartawan disela-sela pengiriman bantuan logistik ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD menjelaskan, sejak gempa terjadi pukul 02.47 WIT dengan magnitudo 7,9 SR, namun telah dimutakhirkan kembali oleh BMKG menjadi 7,5 SR itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD pada dua kabupaten terdampak ini guna meminta data korban terdampak.

Berdasarkan hasil koordinasi, diketahui untuk KKT berdasarkan data sementara, bangunan rusak ringan sebanyak 80 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak berat 8 unit, sedangkan untuk Kabupaten Maluku Barat Daya, 23 bangunan rusak ringan, ada 9 unit rusak berat, sedangkan rusak sedang tidak ada.

“Sampai saat ini untuk dua kabupaten jumlah keseluruhan itu ada 124 unit bangunan yang rusak sesuai data yang kita terima,” ujar Usemahu.

Menurutnya, data ini masih bersifat sementara dan akan diupdate setiap saat, sebab sampai saat ini pendataan masih terus dilakukan oleh pemkab masing-masing, sebelum diserahkan ke BPBD Maluku.

Baca Juga: Nelayan Leihitu Sulit Dapatkan BBM

Ratusan bangunan yang rusak tersebut, terdiri dari bangunan rumah milik warga dan fasilitas umum, seperti puskesmas dan gedung sekolah, sementara untuk rumah ibadah masih didata kembali. Untuk titik pengungsian sendiri, masih belum ada data yang pasti dari KKT.

Sementara untuk MBD itu, bahwa sebanyak 400 jiwa dari Desa Watuwei, Kecamatan Dawelor Dawera saat ini sementara mengungsi diatas Gunung Elora.

“Kami juga akan berkoordinasi terkait lokasi-lokasi pengungsian yang lain. Kalau ini kami langsung kontak, kebetulan dengan kepala desanya,” ucap Usemahu.(S-20)