AMBON, Siwalimanews – Gempa dengan magnitudo 7, 9 SR yang terjadi pada, Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT yang berpotensi tsunami membuat masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya panik dan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, untuk saat ini baru didapat laporan dari pihak pemerintah Desa Letmasa, Kecamatan Dawelor Dawera, yakni adanya kerusakan dan keretakan rumah warga akibat gempa tersebut.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama pemerintah kecamatan, desa dan dusun lainnya, sehingga dapat merampungkan data yang ditimbulkan akibat gempa bumi pada dini hari tadi. Perlu dilakukan langkah dan penanganan darurat di masing-masing kecamatan, karena itu yang dibutuhkan saat ini,” ungkap Kepala BPBD MBD, James R. Likko, seperti dikutip dari laman facebook Dinas Kominfo Kabupaten MBD, Selasa (10/1).

Likko mengaku, pihaknya akan segera mengambil langkah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada, sehingga masyarakat secepatnya dapat dilayani.

Ia berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak panik, sambil mengikuti arahan dan himbauan yang dikeluarkan pemerintah.(S-06)

Baca Juga: Ini Dampak dari Gempa Magnitudo 7,9 di KKT