NAMLEA, Siwalimanews – Khabar duka datang dari keluarga Baba Bugis di Desa Kaki Air, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, setelah anak perempuannya yang berusia delapan tahun berinisial S telah dua hari hilang akibat diterkam buaya.

Pantauan Siwalimanews, upaya pencarian terus dilakukan sejak Rabu (13/10) sore hingga Kamis sore (14/10), namun sampai berita ini dipublikasikan, tidak ada tanda-tanda buaya yang menerkam bocah malang itu ditemukan di lokasi pencarian.

Sutarsih yang ikut bersama rombongan tim pencari yang berhasil dihubungi lewat telepon selulernya menjelaskan, proses pencarian ini ikut mengerahkan satu tim armada Basarnas dan satu tim Pol Airud Polres Pulau Buru.

Bahkan masyarakat Desa Kaki Air juga menurunkan sejumlah armada nelayan untuk bersama-sama melakukan pencarian yang dilakukan dari TKP dengan radius mencapai 30 mil, menyisir jauh ke dalam Sungai Waeapo dan juga menyisir bibir laut dari Teluk Kayeli hingga Teluk Namlea .

Namun, upaya pencaruian itu masih juga belum didapati jasad bocah naas itu maupun buaya yang diduga menerkamnya.

Baca Juga: Tak Jalankan Fungsi Pelayaran, Panca Karya Harus Ditegur

“Pencarian sudah dari kemarin sore, tapi bocah yang malang ini berikut buayanya belum ditemukan,” tutur Sutarsih.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Siwalimanews dari pihak kepolisian menyebutkan, bahwa bocah ini diterkam buaya saat sedang bermain bersama tujuh temannya di Kali Kaki Air Waeapo, pada pukul 15.30, Rabu (13/10).

“Sebelum peristiwa naas itu terjadi, bocah ini bersama rekan-rekannya lagi keasyikan bermain di Kali Kaki Air Waeapo, tepat di depan rumah Dedy Suardi. Saat itu air lagi surut, sehingga ke delapan bocah ini bermain sepuas-puasnya di sana,” ucap sumber dari kepolisian.

Berselang kemudian, ada empat bocah yang naik ke darat dan hanya bocah naas ini bersama tiga teman sebaya yakni dua perempuan dan satu laki-laki berinisial N, C dan R yang terus bermain dan tiba-tiba saja datang seekor buaya yang  langsung menerkam sang bocah naas ini di depan mata tiga temannya.

Menyaksikan temannya dibawa buaya, ketiga bocah yang ada didalam air itu sontak berteriak, sehingga mengagetkan warga. Namun saat warga hendak menolong, buaya yang membawa S telah raib dari TKP.

“Tiga bocah yang tidak menjadi korban ini kepada warga Desa Kaki Air menceritakan melihat S dipeluk buaya dan langsung dibawa pergi menjauh ke kali di kawasan RT 03 Desa Kaki Air,” bebernya. (S-31)