AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimato­logi dan Geofisika menghimbau masyarakat di pesisir Indonesia termasuk Maluku mewaspadai banjir rob yang berpotensi terjadi pada 1 Agustus nanti.

Hal tersebut disampaikan Ke­pala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo melalui rilisnya yang diterima Siwalima, Ming­gu (30/7)

Menurutnya, Rob kali ini ber­beda-beda waktunya untuk setiap daerah.

“Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bong­kar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perika­nan darat.

Potensi peringatan banjir pesisir atau rob kali ini akan terjadi di sebagian besar wilayah pesisir Indo­nesia. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya  pesisir Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Banten, Bali, utara DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Maluku dan pesisir Papua Selatan,” katanya.

Baca Juga: Akademisi Soal Pemprov Cuek Bahas LPJ, Dewan Bisa Tolak

BMKg menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memper­hatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Lebih lanjut kata Eko Prasetyo, fenomena rob kali ini dikarenakan fenomena fase bulan purnama yang berjarak akan sangat dekat dengan bumi. “Adanya fenomena fase bulan purnama (Full Moon) pada 1 Agustus 2023 bersamaan dengan Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi) pada 2 Agustus 2023 yang berpotensi me­ningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. (S-26)