AMBON, Siwalimanews – Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengkritik delapan negeri yang sampai saat ini belum memiliki Upu Latu atau raja.

Negeri yang belum memiliki raja masing-masing Tawiri, Seilale, Amahusu, Naku, Hative Besar, Passo, Rumah Tiga dan Batu Merah.

“Yang hari ini belum memiliki raja definitif apa yang ditunggu,” tanya walikota kepada wartawan saat acara panas pela dan peresmian Baileo Negeri Hative Kecil, Kamis (27/7).

Menurut orang nomor satu di Kota Ambon, bagi pemerintah hal ini tidak masalah soal belum ada raja definitif di delapan negeri.

“Bagi kami tidak masalah, penyelenggaraan pemerintah tetap berjalan. Namun, masyarakat adat tentunya gagal untuk melestarikan apa yang dipertahankan leluhur sampai saat ini,” ujarnya.

Baca Juga: Bela: Penting bagi Masyarakat Jaga Lingkungan

Selaku pemerintah, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi, membangun komunikasi, hingga mempertemukan pihak-pihak yang berbeda dalam negeri, namun belum menemukan kesepakatan.

Lanjutnya, pemerintah tidak bisa mencampur masalah adat. Pemerintah tetap memberikan ruang bagi negeri-negeri untuk berproses.

“Sekarang tinggal ketulusan masyarakat. Jangan kita lihat siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kepemimpinan itu membawa dampak bagi negeri itu sendiri,” terangnya.

Diakui untuk Negeri Batu Merah, katanya pemkot juga masih menunggu putusan pengadilan sedangkan Naku sebenarnya tinggal 1 langkah lagi. Hative Besar juga sementara berproses, Tawiri sudah hampir selesai.

“Doakan supaya satu dua bulan kedepan, ada negeri yang kita lantik,” harapnya.

Walikota menambahkan siapa­-pun yang terpanggil dalam kedu­-dukan jabatan apapun, tugasnya adalah memastikan bahwa kota ini tetap aman, damai.

Selain itu kota ini tetap sebagai tempat yang nyaman bagi semua dalam beraktivitas, berusaha dan lain sebagainya. “Hanya dengan cara itu masyarakat  menjaga kota, agar semakin maju, ungkapnya. (S-25)