AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon meng­ingatkan masyarakat Maluku untuk mewaspadai cuaca ekstrim dan gelombang tinggi.

Cuaca di perairan Maluku akhir-akhir ini tidak menentu alias ektrim. Olehnya BMKG mengingatkan ins­tansi terkait untuk memperhatikan keselamatan pelayaran, khusus ka­pal nelayan tradisional, tongkang, ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar.

“BMKG mencatat adanya gelom­bang tinggi dan cuaca buruk yang akan menerjang wilayah Indonesia,” kata Kepala Seksi Obsevasi dan Informasi, Wilhelmina Paays dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Kamis (5/3).

Gelombang tinggi akan terjadi pada 5 Maret pukul 09.00 WIT dan 6 Maret pukul 09.00 WIT. Sedangkan cuaca buruk akan terjadi tanggal 5–7 Maret.

Dijelaskan, tinggi gelombang yang akan menerjang perairan Ma­luku mencapai 1-2,50 meter, yang diperkirakan akan terjadi di Laut Seram Barat, Laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar serta Laut Arafuru Bagian Tengah.

Baca Juga: Cegah Corona, Gonga Imbau Hidup Sehat

Selain gelombang tinggi, cuaca buruk kemungkinan akan terjadi di beberapa daerah antara lain, Kabu­paten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Se­ram bagian timur, Kota Tual, Kabu­paten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.

“Gelombang tinggi disebabkan terdapat pola tekanan rendah 1006hPa di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera dan Samudera Hindia Selatan, serta 996hPa di Australia bagian utara,” jelas Paays.

Kemudian, adanya pola angin wilayah Indonesia bagian utara, umumnya dari utara-timur laut sedangkan di wilayah selatan dari Barat utara.

Kecepatan angin tertinggi ter­pantau di perairan barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Sumatera Barat, Samudera Hindia selatan Pulau Rote dan Perairan Sangihe Kepulauan Talaut.

“Jadi kami berharap kepada masyarakat Maluku khususnya untuk memperhatikan keselamatan pelayanan karena gelombang dapat mendapapai 1-2,50 meter,” terang­nya. (Mg-5)