AMBON, Siwalimanews – Masyarakat Maluku diingatkan untuk mewaspadai badai Typhoon Surigae. Badai ini sementara menghantui langit Maluku lantaran terpantau berada di Samudra Pasifik sebelah Timur Fiilipina yang bergerak ke arah Barat Laut de­ngan kecepatan angin maksimal mencapai 95 kt dan tekanan minimum 935 hPa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon meminta warga maluku waspada datangnya badai siklus tropis yang kini telah ditetapkan menjadi Super Typhoon Surigae.

Kepala BMKG Stasiun Meteo­rologi Kelas II Ambon, Kamari men­jelaskan Typhoon Surigae terpantau berada di Samudra Pasifik sebelah Timur Fiilipina yang bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan angin maksimal mencapai 95 kt dan tekanan minimum 935 hPa.

“Jadi sejumlah wilayah di Maluku diprediksi dalam beberapa hari kedepan akan dilanda Typhoon Surigae,” kata Kamari.

Dirinya menjelaskan, secara tidak langsung kecepatan angin maksimal mencapai 95 kt dan tekanan minimum 935 hPa menghasilkan pola belokan angin di wilayah Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau Seram yang ber­po­tensi menghasilkan awan-awan hujan di daerah sekitar.

Baca Juga: Usai Kerjakan Drainase, Dishub Optimalkan Pengendalian KTL

Selain itu, juga jelasnya kelem­baban udara lapisan atas cukup basah di wilayah Maluku berkisar antara 65-100 persen, anomali suhu permukaan laut wilayah Maluku menunjukan keadaan relatif normal hingga menggangat (-0,5-1p C) ter­utama di Laut Seram, mengindikasi­kan adanya tambahan suplai uap air disekitar tersebut.

Selain itu lebilitas lokal yang kuat sangat mengandung proses konvek­tif pada skala lokal terhadap pem­bentukan awan-awan hujan di wilayah Maluku. “Kami ingatkan, wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat dan angin kencang pada 20 April di Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Aru, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.

Sedangkan wilayah yang berpo­tensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat dan angin ken­cang pada tanggal 21 April tejadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru Selatan, Kabupa­ten Buru dan Kabu­paten Kepulauan Tanimbar.

Dan pada 22 April berpeluang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru Selatan, Ka­bu­paten Buru, Kabupaten Kepu­lauan Tanimbar dan Kabupaten Kepulauan Aru. “Kami berharap masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini,” harapnya. (S-39)