AMBON, Siwalimanews – Setelah gerhana Ma­tahari hibrida, fe­no­mena astronomi gerhana bulan penumbra, akan menghiasi langit Indonesia pada, Jumat (5/5).

Dipastikan warga Kota Ambon juga akan bisa ikut menyaksikan gerhana penumbra, sejak 00.12.00, dimana  puncak gerhana akan terjadi pada pukul 02.22.48 dan berakhir pada pukul 04.33.42.

Setahun lalu, masya­-ra­kat disu­guhkan de­ngan gerhana Bulan total pada 15-16 Mei 2022.

Fenomena alam yang sama juga terjadi lagi pada 8 November 2022 yang dapat disaksikan di sejumlah negara.

Lantas, bagaimana proses, cara melihat, dan dampak gerhana Bulan penumbra bagi alam?

Baca Juga: Lima Rumah di Pandan Kasturi Ludes Terbakar

Koordinator Bidang Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Himawan Widiyanto menjelaskan bagaimana gerhana Bulan penumbra bisa terjadi.

Ia menerangkan, ger­-hana Bulan penumbra adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi.

Posisi Bumi yang demikian menyebabkan cahaya tidak semuanya mencapai Bulan.

“Peristiwa yang merupakan salah satu dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan,” katanya sebagaimana dilansir Kompas.com.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Dalam hal ini, gerhana Bulan penumbra terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi tidak persis sejajar. Hal tersebut membuat Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi yang menyebabkan Bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama ketika gerhana terjadi.

Himawan menyampaikan bahwa gerhana Bulan penumbra dapat disaksikan oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam tersebut menggunakan mata telanjang atau secara langsung.

“Untuk melihat gerhana Bulan penumbra tidak perlu menggunakan alat bantu seperti teleskop. Kita dapat melihat Gerhana Bulan Penumbra langsung,” imbuh Himawan.

Ia menjelaskan, gerhana Bulan penumbra terjadi pada 5 Mei 2023 pukul 22.12 WIB dan berakhir pada 6 Mei 2023 pukul 02.33 WIB.

Puncak gerhana Bulan penumbra, kata Himawan, terjadi pada 6 Mei 2023 pukul 00.22 WIB.

Gerhana Bulan penumbra pada 5 Mei 2023, berasosiasi dengan gerhana Bulan penumbra pada 24 April 2023.

Ke depan, gerhana Bulan yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah gerhana Bulan sebagian pada 16 Mei 2041.

Salah satu dampak ketika gerhana Bulan penumbra terjadi adalah bulan terlihat lebih redup dari saat purnama ketika puncak gerhana.

Tak hanya itu, peristiwa alam tersebut juga menyebabkan kenaikan muka air laut.

Namun, Himawan menegaskan bahwa dampak gerhana Bulan penumbra tidak signfikan. Ia meminta masyarakat supaya tidak khawatir dengan dampak gerhana Bulan penumbra pada 5 Mei 2023.

“Dampak dari gerhana Bulan penumbra terhadap lingkungan tidak signifikan. Jika ada kenaikan permukaan air laut itu sangat kecil,” jelas Himawan.(S-05)