NAMLEA, Siwalimanews – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buru mencegah dugaan kampanye terselubung calon legislatif  DPR asal Partai Amanat Nasional, Widya Pratiwi yang berlangsung  di Desa Waelo, Kecamatan Waelata, Minggu  (5/11).

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima menyebutkan, dugaan kampanye terselubung Caleg DPR asal PAN, Widya Pratiwi dengan masyarakat di Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru itu diduga digagas oknum PAN dan tim Relawan.

Namun setelah masalah ini terendus Bawaslu Kabupaten Buru, semua dosa dugaan kampanye terselubung ini dipikul satu oknum relawan bernama Sukoyo.

Di hadapan pengawas pemilu, Sukoyo mengaku yang punya gawe tersebut. Gawe nya hanya pengajian biasa.

Walau berdalih demikian, petugas tetap menurunkan baliho besar yang sudah dipasang Sukoyo dkk di lokasi acara.

Baca Juga: 714 Caleg DPRD Provinsi Masuk DCT Pemilu

Setelah terjadi negosiasi, Sukoyo dkk tetap dilarang  melakukan kampanye terselubung dengan WIdya Pratiwi.

Namun Sukoyo dkk tidak patah arang, mereka tetap mengumpulkan massa untuk pengajian. Setelah itu, baru Widya Pratiwi hadir di sana untuk sama-sama mengikuti pengajian.

Ketua Bawaslu Kabupaten Buru, Fathi Haris Thalib yang dihubungi membenarkan kalau pengawas pemilu di lapangan menurunkan Baliho Silaturahmi Widya Pratiwi dengan relawan.

Menurut Fathi, tidak boleh ada kegiatan apapun yang berbau kampanye sebelum tanggal 28 November nanti.

Larangan Bawaslu itu sudah disampaikan Fathi  usai rapat penetapan DTC di Kantor KPU Buru tanggal 3 November lalu yang juga dihadiri pengurus DPC PAN.

“Yang namanya ada unsur kampanye tidak boleh. Kalau konsolidasi internal dan melibatkan pengurus atau caleg, boleh saja dilakukan. Tetapi kalau mau mengumpulkan massa, membagikan Alat Peraga Kampanye (APK), bingkisan dan lain-lain, tidak boleh,” ujarnya waktu itu.

Ditanya perihal dugaan kampanye terselubung Widya di Waelo, Ketua Bawaslu lebih jauh menjelaskan, awalnya Bawaslu belum mengendus rencana tersebut.

Nanti pada saat memonitor kegiatan hari ke-1 Paguyuban Jawa Buru di Desa Waekasar, Kecamatan Walau, Minggu pagi, yang juga dihadiri Widya Pratiwi dan rombongan dari Ambon, baru Bawaslu mendapat informasi kalau akan ada pertemuan Widya di Desa Waelo.

Sesuai rencana awal, setelah dari Waekasar, istri Gubernur Murad Ismail ini akan mengikuti silaturahmi dengan relawan di Desa Waelo.

Karena itu, tim pengawas pemilu langsung digerakan ke Wailo dan menemukan bukti dipajang nya baliho di lokasi acara, bahwa akan ada silaturahmi tim relawan dengan Widya Pratiwi .

Karena silaturahmi yang berbau kampanye terselubung itu tidak terlaksana, akhirnya Widya Pratiwi dan rombongan dari Desa Waekasar tidak jadi langsung menuju Desa Waelo.

Termonitor, Widya dan rombongan pulang ke hotel tempatnya menginap di Namlea. Rombongan Widya baru ke Desa Waelo di sore hari untuk mengikuti pengajian di sana.”Ibu Widya hadir di sana dan hanya ada pengajian, “jelas Fathi.(S-15)