NAMLEA, Siwalimanews – Aliansi Pemuda Bupolo Bangkit (APBB) melakukan aksi unjuk rasa, menuntut poros jalan Mako menuju Kayeli dan Kayeli menuju Ilath di Kecamatan Batabual, yang merupakan jalan provinsi untuk segera dibangun.

Pesan tertulis yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta, sejumlah perwakilan pemuda dari Kecamatan Batabual dan Kecamatan Teluk Kayeli menandatangani surat tersebut dengan membubuhi jempol darah di atas tanda tangan mereka.

Aksi unjuk rasa  APBB yang digelar dibeberapa sudut di Kota Namlea, Kabupaten Buru ini dilakukan Rabu, (27/9) untuk menyambut kedatangan Gubernur Maluku Murad Ismail di Kota Namlea, guna menuntut janji orang nomor satu di Maluku itu yang tak kunjung ditepati.

Namun sayangnya MI tidak jadi bertandang ke Buru, karena itu, saat berorasi ada beberapa pemuda yang nampak kesal dengan ketidakhadiran MI tersebut, sehingga MI dikritik dengan pedas.

Koordinator aksi Taher Fua dalam orasinya menegaskan, kalau aksi yang mereka lakukan itu merupakan keluhan masyarakat, terkhususnya masyarakat di Kecamatan Batabual terkait janji Gubernur Maluku saat kampanye tahun 2018 silam untuk membangun infrastruktur di Kecamatan Batabual, karena sampai saat ini pernyataan tersebut belum terealisasikan.

Baca Juga: Kemendikbud Akui di Aru Banyak Komunitas Adat

Persoalan janji MI, bukan hanya terkait infrastruktur jalan di Kecamatan Teluk Kayeli sampai dengan Kecamatan Batabual saja, namun Janji terkait dengan legalitas tambang Gunung Botak sebagai pertambangan rakyat juga tak kunjung direalisasikan.

Taher dan para pendemo menegaskan, kalau mereka sudah berjuang di Pemkab Buru dan Pemerintah Provinsi Maluku, terkait dengan ruas jalan Kecamatan Kayeli sampai dengan Batabual.

“Namun tidak ada jalan keluar, jadi kami minta Presiden Republik Indonesia agar jalan Kecamatan Kayeli sampai dengan Kecamatan Batabual ditingkatkan menjadi jalan nasional, ” pinta Taher dan para pendemo.

Saat berorasi di Kawasan Simpang Lima Namlea, Taher membacakan surat terbuka yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo. Surat yang sama ditujukan pula kepada Ketua DPR, Mentri PUPR dan Kepala Bappenas di Jakarta.

Taher mengatakan, sehubungan karena sering terjadinya musibah kecelakaan pada perairan Laut (Tanjung Kayu Putih) serta sungai di wilayah Kecamatan Batabual Kabupaten Buru, Provinsi Maluku yang terjadi di saat musim timur akibat belum tersedianya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai, maka untuk menghindari jatuhnya korban jiwa susulan, dengan ini mereka mohon dengan segala rasa hormat kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat melihat jeritan dan isak tangis anak bangsa di ufuk timur Indonesia.

Lebih jauh disebutkan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemkab dan provinsi guna penyelesaian pembangunan ruas jalan Mako menuju Kayeli dan Kayeli Ilath.

Namun hingga saat ini pembangunan ruas jalan tersebut masih sangat jauh dari harapan rakyat,  maka melalui surat ini mereka mengantungkan harapan hanya kepada Presiden, sehingga ruas jalan tersebut yang hingga saat ini statusnya masih sebagai jalan Provinsi Maluku agar dapat ditingkatkan menjadi jalan nasional.

“karena kami yakin hanya Bapak Presiden saja yang dapat membantu kami warga di Kecamatan Batabual, Teluk Kayeli dan dataran Waiapu,” ucap Taher.

Taher menegaskan, Presiden seandainya nyawa ini dapat dijadikan jaminan untuk pembangunan jalan tersebut, maka dengan segala kerendahan hati, para pemuda ini iklas dan siap menyerahkan nyawa bila ingin di jadikan sebagai penggantinya.

Usai melakukan orasi dan membacakan pernyataan sikap kepada Presiden, massa kemudian melakukan konvoi di seputaran Kota Namlea untuk mengajak masyarakat Kabupaten Buru agar menghadiri kegiatan Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW pada malam hari ini. (S-15)