AMBON, Siwalimanews – Dalam upaya menjaga eksistensi di ruang publik pada era digital, maka Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, menggelar nonton bareng dan diskusi tentang film Invisible Hopes di aula Sekretariat PB AMGPM, Selasa (23/8)

Menariknya, PB AMGPM melalui Bidang III menghadirkan langsung sang sutradara sekaligus produser film tersebut Tiar Simorangkir di Kota Ambon. Film yang mengungkapkan kehidupan nyata anak-anak yang lahir dari ibu narapidana yang terpaksa hidup dan menjadi korban terselebung dibalik jeruji penjara. Film ini juga berhasil memenangkan Piala Citra Indonesia tahun 2021 kategori film dokumenter panjang terbaik.

Sekum PB AMGPM Pendeta Richard Resley mengaku, bersyukur karena momen tersebut langsung dihadiri oleh sang produser sekaligus sutradara film tersebut Tiar Simorangkir.

“Mau hadir di pelosok timur Indonesia untuk berbagi dengan kami tentang bagaimana mengelola dan menciptakan film dokumenter panjang yang berkualitas,” ujar Resley.

Sementara itu Ketua Bidang III PB AMGPM Pendeta Ridho Kwalomine menambahkan dari diskusi film tersebut, merupakan satu langkah untuk menjemput bola, sebab ini berkaitan dengan apa yang digagas Bidang III tentang festival film pendek, yang saat ini sementara berjalan yang diikuti oleh para pemuda AMGPM di Maluku dan Maluku Utara.

Baca Juga: Laka Tunggal di Suli, Pengemudi Motor dan Boncengannya Tewas

Festival dengan tema Budaya Seribu Pulau Maluku itu, rencananya akan dibuka secara umum.

“Kehadiran Tiar Simorangkir, lewat film Invisible Hopes, bisa membawa angin segar untuk kita belajar dan bisa mengeksplor potensi yang dimiliki, sebab kita harus menyesuaikan dengan kemajuan era digital dan tidak boleh ketinggalan atau kehilangan kereta,” Ridho didamnpingi Sekretaris Bidang III Pendeta Nadia Manuputty.

Sementara itu, Tiar Simorangkir yang juga senior GMKI menjelaskan, film ini disampaikan ke ruang publik, karena tanggung jawab moral sebagai anak bangsa, sebab persoalan-persoalan ini luput dari sorotan publik.

“kami tidak akan menyalahkan pihak siapapun, namun hanya ingin menyampaikan ke publik tentang persoalan-persoalan kemanusiaan,” jelasnya.

Ikut dalam diskusi dan nonton bareng film Invisible Hopes, diantaranya perwakilan Dinas Pariwisata Kota Ambon, para pengurus AMGPM, para aktivis serta pemerhati sosial. (S-25)