AMBON, Siwalimanews – Pemkot Ambon menyabet sejumlah penghargaan saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 yang dilaksanakan di Islamic Center, Senin (25/7).

Sejumlah penghargaan yang diterima yakni terbaik I Pengelola Program Bangga Kencana, terbaik II Pembentukan TPPS, terbaik II pengelolaan Data Statistik Rutin Program Bangga Kencana, terbaik II Pengelola Gudang Alokon, dan terbaik II Pengelola DAK Subbidang KB.

Selain penghargaan yang diterima, Pemkot Ambon juga menerima penghargaan terbaik II kabupaten kota dalam percepatan penurunan stunting yang diterima oleh penjabat Walikota Bodewin Wattimena bersama penjabat Ketua Tim pengerak PKK Lisa Wattimena.

Penjabat Walikota Bodewin Wattimena pada kesempatan juga mendapat apresiasi sebagai kepala daerah yang bergerak cepat dalam percepatan penurunan stunting di Maluku.

“Bapak penjabat walaupun baru, bersama sama dengan penjabat ketua tim pengerak PKK Kota Ambon sudah bisa bersinergi dan berkoordinasi dengan OPD dalam percepatan penurunan stunting,

Baca Juga: Hidup Warga Pulau Wamar Terancam

Kepala DPPKB, J.W Patty usai kegiatan menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan penilaian dari BKKBN terhadap kinerja DPPKB yang dilakukan melalui pengisian kuisioner dan pengawasan secara langsung.

“Penghargaan yang diterima ini sesuai dengan penilaiannya dari kuisoner ada tim pengawasan fungsonal BKKBN yang diturun di kabupaten kota. kita bersyukur dari hasil penilaian tersebut Dinas mendapatkan sejumlah penghargaan,” kata Kepala DPPKB, J.W Patty kepada wartawan usai kegiatan.

Ia mengaku Pemkot Ambon bekerja keras dalam percepatan penurunan Kasus stunting dengan target prevalensi stunting tahun 2024 di angka 11,16 persen.

“Taget nasional 2024 angka revalensi stunting dibawah 14 persen, namun untuk Kota Ambon kita mengambil target 11,16 persen,” ujarnya.

Secara persentase prevalensi stunting di angka 21,8 persen, diharapkan bulan Desember turun menjadi 18,06 persen, lalu di tahun 2023 target penurunan 14,16 persen hingga di tahun 2024 angka prevalensi stunting kota Ambon 11, 16 persen.

Dirinya berharap apresiasi dan pengakuan yang diterima menjadi motivasi bagi jajaran DPPKB dan OPD lainnya untuk terus mempertahankan kinerja serta dapat mempercepat penurunan kasus stunting.

“Penghargaan yang diterima bukanlah tujuan tetapi bonus dari kerja keras yang dilakukan Pemkot Ambon,” tandasnya. (S-25)