AMBON, Siwalimanews – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Kapitan Maluku (AKM) melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Ambon, Rabu (9/9).

Kedatangan para pemuda ini ke Balai Kota sekitar Pukul 13.00 WIT, namun sayangnya mereka tak dijinkan masuk oleh anggota Satpol PP yang sudah terlebih dahulu membuat pagar hidup di depan pintu gerbang masuk ke Balai Kota.

Lantaran tak dijinkan akhirnya para pemuda ini menjadikan pagar depan Balai Kota yang bertuliskan Manggurebe Maju sebagai panggung untuk berorasi.

Kordinator lapangan Marko dalam orasinya mempertanyakan apa penyebab sampai dengan saat ini warga korban gempa tahun 2019 belum juga mendapatkan bantuan mereka. Padahal anggaran untuk itu telah dikucurkan pemerintah pusat.

“Katong akan berjuang untuk masyarakat  Kota Ambon. Katong seng akan duduk diam karena dong harus dapat hak yang dong punya,” teriak Marko dengan dialeg Ambon.

Baca Juga: DPRD Gelar Paripurna HUT Kota Ambon ke-445

Selain itu, mereka juga menyampaikan rasa heran mereka terkait informasi yang dismapaikan pemkot bahwa dana gempa yang ditabung pada salah satu bank pemerintah di kota ini tanpa bunga.

“Ini kan aneh, kok ditabung tapi tak ada bunga bank. Kanapa aneh kaya begitu, pemerintah harus transparan soal dana gempa ini,” ucapnya.

Pada kesmepatan itu, para pendemo juga minta Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk tidak lari dari kenyataan, sebab masyarakat korban gempa ingin secepatnya dana tersebut dicairkan, agar mereka dapat membangun kembali rumah mereka.

AKM juga menuntut, adanya   transparansi  anggaran dana gempa dari pihak pemkot agar segera dapat disalurkan kepada korban gempa, sebab apapun alasannya anggaran tersebut harus diberikan kepada warga yang menjadi korban.

“Sudah cukup lama warga korban gempa hidup tanpa kepastian terkait hak mereka. walikota jangan lari dari kenyataan, kami ingin secepatnya dana itu cair,” teriaknya.

Sampai dengan berita ini ditayangkan puluhan pemuda ini masih melakukan orasi secara bergantian di depan balai Kota Ambon. (Mg-5)