AMBON, Siwalimanews – Tak hanya pengerjaan proyek air bersih di Negeri Kailolo dan Pelauw, Keca­matan Pulau Haruku yang menyisakan masalah, pro­yek serupa di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon juga tak tuntas dikerjakan dan tak bisa dinikmati warga.

Proyek yang berasal dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur tahun 2020, dengan nilai proyek mencapai Rp14,4 miliar tersebut, tersebar pada tujuh titik di Keca­matan Sirimau dan dikerjakan PT Bina Cipta Amanah.

Walau belum selesai dikerjakan, namun seluruh anggaran proyek tersebut sudah dicairkan sejak tahun 2021 lalu.

Tujuh titik proyek tersebut, antara lain Keluruhan Batu Meja RT 005/RW 002 tepatnya di Lapangan Tenggara, Kayu Tiga, di Dusun Air Kuning, samping Masjid Madinatul Hijrah, Dusun Kahena dekat Kampus IAIN, Pesantren Galunggung, Dusun Bere-Bere, Desa Soya dan kawasan Kopertis, Karang Panjang.

Dari tujuh lokasi proyek air bersih, sejauh ini dua yang belum bisa digunakan sama sekali, yaitu di Kelurahan Batu Meja dan di kawasan Pesantren Galunggung.

Baca Juga: Insiden Gunung Botak Jadi Tamparan bagi Pemda

Pantauan Siwalima, Selasa (8/2) untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih di Kelurahan Batu Meja RT 005/RW02, terlihat jika pembangunan bak penampung air, panel surya dan listrik telah terpasang, tetapi sampai saat ini air belum mengalir ke rumah warga.

Salah satu warga setempat yang tidak mau namanya dikorankan mengaku, sejak selesai pembangunan tersebut hingga saat ini masyarakat belum menikmati air, dikarenakan sumur bor dan pompa belum juga siap dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.

“Semua sudah siap tapi sumur bor balong jadi deng pompa jua seng ada. Lalu bagaimana mau jadi kalau bor hanya lima puluh meter, kan musti 105 meter,” ujar warga itu.

Dia berharap, pemerintah daerah dapat melihat hal ini dan dituntaskan segera agar masyarakat dapat menikmati air bersih dengan baik.

“Dong bikin seng kuat akang sampe skarang aer tar bajalang,” kata dia dengan dialeg Ambon kental.

Sementara itu, pengerjaan proyek di Pesantren Galunggung terlihat pembangunan bak penampungan, penel surya dan jaringan air bersih telah tuntas dikerjakan, tetapi sampai saat ini air bersih belum bisa dinikmati warga.

“Itu semua sudah siap tapi air belum berjalan, makanya masyarakat ada bicara akang itu,”  ungkap Mona warga setempat.

Mona mengaku, hingga saat ini, warga sekitar masih tetap membeli air dari mobil tangki. “Katong masih bali aer sampe skarang,” ujarnya.

Untuk pembangunan air bersih di di dusun air Kuning samping Masjid Madinatul Hijrah baik bak penampungan, panel surya dan sumur bor telah berjalan dan masyarakat sekitar telah menikmati air bersih, kendati baru difungsikan pada jam-jam tertentu saja.

Selanjutnya, untuk pembangunan air bersih di Desa Soya seluruh fasilitas pendukung seperti bak penampung, panel surya telah selesai dibangun dan berdasarkan pengakuan warga setempat air bersih telah dinikmati sejak tiga bulan lalu.

Sementara itu untuk pembangunan air bersih di Bere-Bere dan Kopertis terlihat semua fasilitas air bersih baik bak, panel surya dan jaringan air bersih telah terpasang dan masyarakat telah menikmati air bersih dengan baik. (S-20)