AMBON, Siwalimanews – Setelah melewati tahap seleksi yang dilakukan oleh Dinas Ketenaga Kerja (Disnaker) bersama dengan lembaga Global Labour Solution Australia, Kota Ambon menghasilkan 15 tenaga perawat yang siap untuk diberangkatkan tahun ini.

Kadisnaker Kota Ambon, Steiven Patty mengungkapkan, para tenaga kesehatan ini akan dipekerjakan di panti jompo untuk melayani para warga lanjut usia yang berada di Australia.

Diakuinya, para perawat yang lolos ini telah berhasil melewati tahap pertama yakni seleksi yang tentunya dilakukan langsung oleh lembaga Global Labour Solution Australia.

Sementara ini mereka sedang dipersiapkan untuk dapat menguasai bahasa Australia dan juga Bahasa Inggris agar dapat diberangkatkan dan bekerja sebagai tenaga perawat disana.

“Setelah proses ini selesai, mereka harus melakukan tahap terakhir yakni melakukan pelatihan guna mendapatkan sertifikat kompetensi dari Lembaga Kompetensi yang ada di Indonesia atau lebih tepatnya di Provinsi Maluku. Setelah itu baru dapat diberangkatkan,” ujarnya, kepada wartawan di Ambon, Selasa (15/6).

Baca Juga: Maluku Masih Miskin Jangan Asal Bikin Proyek

Namun, tak sampai disitu saja, lanjut Patty, ke-15 perawat ini, harus menunggu panggilan dari Australia terlebih dahulu, baru kemudian akan diberangkatkan.

“Karena Covid-19 masih mewabah di Australia sehingga tidak sembarangan orang asing dari luar negara yang masuk,” kata Patty.

Patty menambahkan program tersebut merupakan program kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon (Pemkot) dengan lembaga Global Labour Solution Australia, sejak dua tahun yang lalu.

“Program ini kalau tidak salah sejak tahun 2018 atau 2019,” ucapnya.

Namun karena Covid-19 merebak sampai ke Indonesia dan Australia maka diharuskan dua negera ini harus lokedown. Akibat dari itu 15 orang tersebut tidak bisa menyelesaikan tahapan dimaksud pada tahun 2020 dan diundur sampai tahun 2021.

“Covid ini membuat lokedown itukan. Di Indonesia sendiri dan Australia. Tapi standar mekanisme yang dimintakan dari Australia sudah kami laksanakan tahun 2021. Sekarang 15 orang itu sudah masuk tahapan kedua. Yang pasti mereka siap bekerja di Australia,” pungkas Patty.

Dirinya memastikan dalam tahun ini, ke-15 perawat tersebut tetap akan diberangkatkan ke Australia. “Kalau tidak Desember, berarti di awal tahun 2022,” tandasnya. (S-52)