NAMLEA, Siwalimanews – Longboat Lilani Jaya dari  Kota Namlea tujuan Desa llath, Kabupaten Buru tenggelam di perairan Desa Pela, Kecama­tan Batbuat, Selasa (4/1) seki­tar pukul  13.30 WIT Longboat yang mengangkut 17 pe­numpang itu dihantam gelombang tinggi mengakibatkan satu penum­pang atas nama Sarpia Takimpi meninggal dunia karena tidak bisa berenang, sedangkan 16 penum­pang lainnya selamat.

Kepala Kantor Basarnas Ambon Mustari menjelaskan, longboat yang mengangkut 17 orang penumpang ini awalnya berlayar dari Kota Namlea menuju Desa Namlea Ilath, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, namun ditengah perjalanan sekitar pukul 13:30 WIT dihantam gelombang tinggi di perairan Desa Pela, Kecamatan Batabual dan terbalik.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Siwalima dari Pos Polairud Polda Maluku di Namlea menyebutkan, sebelum peristiwa naas itu terjadi, pukul 13. 00 WIT Longboat yang dikendarai oleh Arifin Wally berangkat dari pangkalan speedboat Kota Namlea hendak menuju Desa Namlea Ilath Kecamatan Batabual dengan membawa 15  orang dan 2 anak buah kapal (ABK).

Setelah sampai di laut Pela Desa Pela, Kecamatan Batabual, longboat tersebut di hantam gelombang laut dari arah belakang dan mengakibatkan longboat penuh dengan air dan tengelam.

Beberapa saat kemudian, dua warga Karman Saka dan Inyong Galela tiba di TKP dengan menggunakan longboat lain membantu dan mengevakuasi para korban ke pelabuhan .

Baca Juga: Insentif Kader Posyandu Baru Cair Tahun 2022

Namun penumpang atas nama Sarpia Takimpo ditemukan sudah meninggal dunia karena tidak bisa berenang.

Saat peristiwa itu terjadi, pukul 15.00 WIT telah datang Malik Umagapi, warga Desa Namlea di Pos Polairud  melaporkan adanya kejadian laka laut tersebut setelah dirinya menemima telepon dari Hajis Besi di Kecamatan Batabual.

Selanjutnya pada pukul 15.10 WIT, Pers SAR gabungan yang terdiri dari Pers KP.XVI-1008, Pers KP.XVI-2002, Pers Sat Polaires Pulau Buru dan Pers Basarnas Namlea bertolak dari pelabuhan  Namlea ke tempat terjadi lakalaut untuk melakukan evakuasi SAR mengunakan RIB milik Basarnas Namlea. Dilaporkan pula bahwa Kecelakaan tersebut  akibat gelombang laut tinggi dan cuaca buruk.

Untuk itu,  Perlu adanya peringatan cuaca buruk dari BMGK Kabupaten Buru dan Dinas Perhubungan Kabupaten Buru agar memberikan himbauan kepada  masyarakat yang memilik longboat untuk tidak berlayar maupun melakukan aktifitas nelayan.

Selama ini,  masyarakat Kecamatan Batabual sering melakukan perjalanan dari Kecamatan Namlea ke Kecamatan Batabual menggunakan akses jalur laut dengan longboat di karenakan akses jalan darat  belum memadai.

Selanjutnya, pada pukul 16.30 WIT jenasah dan para korban dibawa ke desa masing-masing menggunakan mobil melalui jalan darat dari Desa Pela menuju Namlea Ilath. Sedangkan operator longboad dalam pengawasan petugas.

Untuk diketahui, 16 penumpang yang selamat yaitu, (1) Arifin Walli (52) juragan longboat, (2) Faisal, (3) Sarif Masbaitk, (4) Abangli Wailusu, (5) Wariri takimpo, (6) Umi Wailusu, (7) Wijal Fatta, (8) Sarpia Takimpo (meninggal)  (9) Ode Jaida, (10) Watuti (11) Nadia Solossa, (12) Julianti Taslatu (12 Tahun), (13) Zulkifli Taslatu (11 tahun), (14) Ai Takimpo (7 Tahun). (15) Wa Biha (52 Tahun), (16).Saiful Tomia (36 Tahun) dan 17 Safira Buton (11 Tahun). (S-31)