AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasium Meteorologi Maritim  Ambon memberikan peri­ngatan kepada masyarakat di Ma­luku untuk waspada angin kencang dan gelombang tinggi.

Akibat cuaca buruk akhir-akhir ini, berpengaruh kepada kondisi perairan Maluku. Pertumbuhan awan-awan hujan tipe Cumulonimbus (CB) yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang harus diwaspadai.

Beradasarkan rilis yang diterima redaksi Siwalima dari BMKG Sta­siun Meteorologi Maritim Ambon Senin (20/2) menyebutkan, buruk­nya cuaca akibat pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Utara ke imur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian Selatan dominan bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah perairan laut Natuna Utara, Laut Jawa dan Laut Arafuru.

Kepala Stasiun Meteorologi Mari­tim Ambon, Ashar dalam rilis ter­sebut  mengingatkan masyarakat Maluku untuk waspada tinggi gelombang di sejumlah perairan di Maluku.

Baca Juga: Mahasiswa Demo Desak Jaksa Periksa Pj Bupati Buru

Menurutnya, tinggi gelombang tersebut bisa mencapai 1,25 meter- 2,50 meter. Tinggi gelombang ber­peluang terjadi di Laut Banda, Per­airan Kepulauan Sermata-Leti,  Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai, Perairan Kepulauan Aru dan Laut Arafura.

Ashar mengingatkan pengguna transportasi laut untuk berhati-hati terhadap resiko dan keselamatan pelayaran. Sementara itu potensi hujan dari sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir juga berpeluang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Te­ngah, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Masyarakat Maluku yang hendak menggunakan transportasi laut, darat maupun udara untuk berhati-hati. Kondisi cuaca di Maluku beberapa hari kedepan  diperkirakan belum stabil, olehnya masyarakat diminta tetap waspada. (S-07)