PIRU,Siwalimanews – Ratusan Warga Dusun Tanah Goyang Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, memprotes kebijakan Penjabat Kades Y Dimitri Rirry yang melakukan pergantian kepala dusun mereka.

Aksi protes yang dilakukan warga Tanah Goyang ini mulai dilakukan sekitar pukul 09.00 WIT dengan memblokade jalan trans Huamual dengan membakar ban bekas ditengah jalan, Kamis (21/10).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta penjabat kades untuk membatalkan surat keputusan peragantian kadus dari Munir Bufakar, ke Yasmin Bali, tanpa pemberitahuan kepada Camat Huamual dan tak dikatehui oleh warga dusun.

“Pemalangan jalan yang dilkukan warga ini, karena SK yang dikeluarkan untuk pergantian kadus yang lama dinilai cacat hukum. Hal ini juga merupakan bentuk ketidak percayaan kami kepada penjabat Kades Lokki, yang mana dengan arogan menguluarkan SK, tanpa berkordinasi dengan camat maupun warga dusun,” tandas Amir Rahayaan saat berorasi.

Menurutnya, pergantian kadus yang dilakukan penjabat Kades Lokki, merupakan bentuk perampasan hak-hak demokrasi warga Dusun Tanah Goyang.

Baca Juga: Ustad Kaliki: Maulid Nabi Momentum Memupuk Persatuan

“Hak kami telah dirampas oleh saudara penjabat Kades Lokki, dan penjabat juga sengaja membuat  kekacauan di wilayah kami,” tudingnya.

Ia mendesak,  Bupati SBB Timotius Akerina untuk segera mengevaluasi penjabat Kades Lokki, karena telah membuat kebijakan, tanpa berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun warga dusun, sebab apa yang dilakukan penjabat ini dapat memicu konflik di masyarakat.

Untuk itu, ia meminta Bupati harus mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi terhadap penjabat kades ini, sebab yang bersangkutan sudah mengadu domba serta memprovokasi masyarkat.

Selain penertiban SK pergantian dan pengangkatan Kadus yang baru tambah Rahawarin, yang dilakukan penjabat juga yakni mengeluarkan SK Nomor 06 tahun 2021 tertanggal 23 september 2021 adalah  inprosedural dan cacat hukum, karena tidak ada konsultasi dan rekomendasi dari camat setempat.

“Apa bila persoalan ini tidak segera diselesaikan dengan mecabut SK baru tersebut, maka kami warga Tanaha Goyang akan melakukan aksi lebih besar lagi, dan jangan salahkan kami apa bila terjadi  kekecauan. Semua ini ulah dari penjabat Kades Lokki sendiri, sehingga yang bersangkutan harus bertanggung jawab,” tegasnya. (S-48)