PIRU, Siwalimanews – Warga Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat menemukan benda yang diduga senjata peledak aktif atau mortir.

Benda tersebut di­temukan dalam tanah saat warga sedang menggali untuk membangun pandasi  merenovasi bangu­nan gereja Elohim Piru, Selasa (10/5).

Pantauan Siwa­lima, penemuan ben­da yang diduga sejenis peluru mortir ini bekas peninggalan zaman pen­jajahan yang tertanam didalam fondasi Gereja Elohim Piru dan sempat membuat panik.

“Iya penemuan diduga bahan peledak berupa peluru motril dan sudah dievakuasi Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Maluku/Kompi Dua Pelopor Piru dan dibantu Anggota TNI Koramil Piru,” ungkap salah satu pekerja kepada Siwalima.

Dijelaskan, benda yang diduga mortir ditemukan awalnya oleh Rido Saleky yang berprofesi sebagai tukang  yang hendak membongkar fondasi gereja, dan sementara melakukan proses pekerjaan renovasi.

Baca Juga: Alat Elektronik Rusak, PLN Hanya Minta Maaf

Saat bekerja Saleky melihat benda tersebut berukuran besar dan sempat panik, kemudian memberitahukannya kepada teman-temannya. Mendengar ada temuan bahan peledak tersebut, Ketua Klasis jemaat Elohim Pdt Willi Marpei langsung melaporkan kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah pengamanan.

Dari laporan Pdt Marpei, Aparat keamanan dari Tim Gegana Brimob Kompi 2 Batalyon Piru yang dipimpin oleh IPDA I Pattipeilohy langsung terjun ke lokasi untuk melakukan identifikasi, dan berhasil mengamankan benda yang diduga mortir tersebut.

Selain itu Ipda Iksan Pattipeilohy, selaku Ketua Tim Jihandak Kompi II D pelopor Piru menjelaskan, penemuan bahan peledak oleh warga itu sejenis amunisi  bukanlah sejenis bom, melainkan peluru.

“Namun untuk mengetahui pasti, amunisi tersebut akan urai, sekaligus mengetahui jenis dan aktif tidaknya peluru tersebut,” tegasnya.

Dijelaskan, penemuan itu berawal ketika para pekerja yang curiga dengan keberadaan besi berukuran besar dari dalam tanah. Mereka kemudian melaporkan itu ke pihak keamanan.

Untuk mengetahui barang peledak tersebut jenis apa dan aktif atau tidak nanti hasil urainya akan disampaikan melalui pimpinan.

Hingga berita ini diturunkan, informasi yang dihimpun Siwalima, benda peledak berupa peluru mortil yang ditemukan tersebut tidak aktif, karena benda tersebut hanyala selonsong peluru peninggalan zaman dulu. (S-18)