DOBO, Siwalimanews – Pasca tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh OK terhadap anak berumur 9 tahun pada Minggu (21/8) kemarin, membuat warga Desa Longgar dan Kaiwaibar terpaksa mengungsi ke Mapolres dan Koramil 1503-03 Dobo, untuk mengamankan diri mereka.

“Pasca kejadian tersebut, ada warga dari dua desa yang tinggal di Kota Dobo dan sekitarnya yakni Desa Longgar dan Kaiwaibar sementara ini memilih amankan diri di Mapolres Aru dan Mako Koramil 1503-03 Dobo,” ungkap Kapolres Aru AKBP Dwi Bactiar Rivai dalam keterangan persnya di mapolres, Kamis (24/8).

Untuk di Mapolres Aru kata Kapolres, yang mengamankan di yakni warga Desa Longgar, sementara yang memilih mengamankan diri di Mako Koramil 1503-03 Dobo yakni, warga dari Desa Kaiwaibar,” ucap kapolres.

Kapolres menegaskan, kejadian ini, meruni personal dan bukan melibatkan kampung atau desa, namun karena faktor trauma kejadian sebelumnya, membuat masyarakat kedua desa ini memilih untuk mengamankan diri di Mapolres maupun Mako Koramil.

“Jadi tidak ada namanya pengungsi, itu masyarakat sendiri yang memilih untuk amankan diri di Polres dan Koramil. Ini mereka inisiatif masing-masing untuk amankan diri, kami hanya menampung,” jelas kapolres.

Baca Juga: Kasus CBP Tual Jadi Supervisi KPK, Nasib Rahayaan Tunggu Hasil Gelar

Sementara menyangkut dengan makan minum kedua warga desa ini, menurut kapolres, sudah ada bantuan dari pemkab dalam hal ini Wakil Bupati Muin Sogalrey dan Ketua DPRD Udin Belsegaway yang saat itu datang menengok dan melihat langsung kondisi warga, begitu juga di Mako Koramil 1503-03 Dobo.

“Hari ini kita berencana mau pertemuan dengan para tokoh agama maupun para tokoh adat, namun karena waktu dan permintaan dari beliau-beliaunya untuk tunda jadi mungkin besok. Setelah itu kami akan upayakan untuk mengarahkan warga kedua desa ini untuk kembali ke rumah masing-masing,” tandas kapolres.

Pada kesmepatan itu, kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman.

“Kami menginginkan masyarakat bersama-sama kita menjaga kamtibmas, kemudian yang perlu diingat ini bukan masalah suku dengan suku tapi orang per orang,” tegas kapolres. (S-11)