AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon mengharapkan, Negeri Rutong dan Rumahkay menjadi contoh untuk dapat mengimplementasikan ikatan gandong dan ikatan pela.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan panas gandong antara dua negeri adat Rutong dan Rumahkay ini, akan menjadi satu contoh. Rutong-Rumahkay ini akan menjadi suatu contoh untuk mengimplementasikan kepada negeri-negeri adat lainnya, baik itu dalam ikatan gandong maupun ikatan pela dalam rangka meghubungkan hubungan yang rukun, toleran, selaras, seras, serta, harmonis,” jelas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Parawisata Richo Hayat di Negeri Rutong, Rabu (18/3).

Walikota memberi apresiasi kepada Pemerintah Negri Rutong atas penyelenggaraan kegiatan yang menurutnya, memiliki nilai tinggi dan strategi bagi upaya untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya bagi masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas penyelengara kegiatan yang memiliki nilai tinggi dan strategi bagi upaya untuk kembali mengangkat wibawa dan eksistensi negri adat pelestarian budaya dan kearifan lokal bagi masyarak khususnya kita semua generasi muda Kota Ambon,” ujarnya.

Dikatakan, perkembangan tekhnologi seringkali membuat masyarakat lupa akan nilai-nilai budaya dan ada-istiadat yang ada ini sangat baik untuk menunjukkan negeri dimana mereka berasal, bagi anak-cucu negri Rutong dan Rumahkay yang sama sekali tidak pernah pulang dan mengenal daerah asalnya.

Baca Juga: KM Sanjaya Karam di Laut Aru

“Perkembangan jaman teknology yang semakin moderen seringkali membawa kecenderungan masyarakat melupakan nilai-nilai budaya adat istiadat serta kearifan lokal yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita salah satunya kearifan lokal itu adalah budaya gandong yang merupakan sistim hubungan kekerabatan adik kakak antara dua negeri atau lebih dari satu gandong atau garis keturunan yang sama yang memperbaharui ikatan ditiap generasi.

Dengan acara panas gandong yang siang ini dilaksanakan, tidak jarang kita sebagai anak negri yang telah lama keluar dari negri juga tidak mengetahui di mana negri menjadi negri gandong dan pela negri asal kita, menjadi mengenal seperti apa budaya kita,” jelasnya.

Menutup sambutan walikota mengharapkan implementasu dari kegiatan yang dilaksanakan oleh negri ruton sebagai tuanb rumah kegiatan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang berada pada kedua negri adat tersebut.

“Dan tentunya kita semua implementasi budaya gandong antara Negeri Rutong dan Rumahkay. Ini juga diharapkan akan membawa dampak positif bagi pengembangan kualitas sumberdaya manusia kedua negri, serta jadi satu kegiatan yang bernilai positif bagi seluruh anak cucu Negri Rutong dan Rumahkay baik yang ada di negri maupun yang ada di tanah rantau. untuk dapat memberikan sumbangsi bagi pembangunan daerah asalnya masing-masing,” harapnya. (Mg-6)