AMBON, Siwalimanews – Proses vaksinasi Civid-19 untuk para tenaga kesehatan (Nakes) di Maluku telah mencapai 95 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung memastikan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Provinsi Maluku telah mencapai 95 persen.

“Capaian ini sudah mendekati target 100 persen,”  kata Adonia Rerung kepada Siwalima, Rabu  (8/9).

Menurutnya, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku terus berusaha untuk mencapai target yang ditetapkan, menyusul  sebelumnya, data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 12 persen tenaga kesehatan di Maluku belum divaksin hingga 1 September 2021.

“Saat ini prentasinya sudah naik 95 persen,” ungkapnya.

Baca Juga: Maspaitella: Bersyukur GPM Terus Bertumbuh Sampai Sekarang

Menuerut Rerung,  berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, untuk Maluku terdapat sebanyak 14.769 nakes yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Proses ini menjadi kendala, lantaran dari geografi daerah, Maluku merupakan wilayah kepulauan, sehingga proses vaksinasi ini menjadi terkendala.

“Dari lima persen yang belum vaksin itu mungkin karena mereka berada di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar yang terbatas akses, dan mungkin juga ada yang takut vaksinasi,” akuinya.

Selain itu, Rerung juga menduga ada sejumlah tenaga kesehatan yang tak disuntik vaksin karena alasan medis, seperti memiliki penyakit bawaan.

“Jadi bisa begitu ada yang sakit dan mungkin juga ada penyakit bawaan,” ujarnya.

Meski demikian, Ia memastikan vaksinasi nakes di Maluku akan tetap diupayakan mencapai 100 persen dalam waktu dekat.

“Jangan takut divaksin dan jangan sampai tenaga kesehatan tidak mau divaksin. Mereka  harus menjadi teladan bagi masyarakat, kalau mereka ikut vaksinasi,  dengan sendirinya akan memengaruhi masyarakat, jadi harus menjadi teladan,”imbaunya.

Rerung mengingatkan, nakes setiap hari berhadapan dengan pasien dan risiko tertular Covid-19 sangat tinggi, sehingga perlu cepat divaksin.

“Kami berharap semua tenaga medis yang ada di Provinsi Maluku  yang belum mengikuti vaksinasi segera melakukan vaksin,” imbuhnya. (S-39)