AMBON, Siwalimanews – Bentrokan antar kelompok pemuda Negeri Hitu dan Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang menwwaskan warga Wakal berinisial MT masih mejandi misteri.

Pasalnya MT diketahui menjadi korban penembakan orang tak dikenal dalam bentrokan  yang terjadi Senin (27/2) sore. Untuk memastikan apakah peluru tersebut berasal dari aparat kepolisian atau dari warga sipil yang belakangan heboh lantaran kepemilikan senjata organik, memerlukan proses uji balistik.

Terkait hal itu, dipastikan Kapolresta Ambon perlu pembuktian termasuk pengujian balistik. Dikarenakan, saat aparat keamanan menghalau massa sudah sesuai SOP, sementara dalam kejadian itu juga terjadi tembakan yang diduga berasal dari warga yang mengarah kepada petugas aparat keamanan saat itu.

“Jadi kesimpulanya masih ada juga beredar senjata api secara illegal, itu satu. Nah, kemudian pertanyaannya apakah itu ditembak petugas? butuh pembuktian, bicara fakta setelah olah TKP, karena saat petugas menghalau massa ada juga tembakan (warga) yang mengarah ke aparat keamanan,” jelas Kapolresta Ambon Kombes Raja Arthur Lumongga Simamora dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (1/3).

Selain uji balistik kata Kapolresta, polisi juga melakukan olah TKP untuk memastikan secara pasti asal peluru yang menewaskan warga Wakal itu.

Baca Juga: Bupati: IBI Harus Jadi Garda Terdepan Layani Masyarakat

“Hari ini olah TKP, sedangakn autopsi sudah  dilakukan terhadap jenazah korban. Dalam olah TKP ini tim dari Polda yang turun supaya clear semuanya dan diketahui fakta sebenarnya,” tandas kapolresta.(S-10)