AMBON, Siwalimanews – Teror anjing rabies belakangan ini mulai menghantui warga Kota Ambon.  bahkan berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media sosial, disebarkan, bahwa terdapat 41 warga Kota Ambon, yang menjadi korban gigitan anjing rabies yang kabarnya berkeliaraan disekitar kawasan Mardika.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy, yang dikonfirmasi Siwalimanews di ruang kerjanya, Senin (22/8) terkait berkeliarannya anjing rabies di kawasan Mardika dan telah menimbulkan korban, pelupessy membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Wendy, sesuai tugas Dinas Kesehatan, pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap setiap korban yang telah melaporkan diri ke sejumlah puskesmas.

“Untuk pengendalian anjingnya, itu ada di Dinas Pertanian, tadi saya sudah koordinasi dengan Kadis Pertanian, karena itu anjing liar, sehingga sudah tidak diketahui keberadaannya, makanya akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak lain, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kalau dapat anjing tersebut langsung tembak saja,” ungkap Wendy.

Sementara terkait info yang beredar luas bahwa terdapat 41 warga yang menjadi korban gigitan anjing tersebut, Wendy mengaku, berdasarkan data Dinkes Kota Ambon itu hanya 12 orang, dan ini sesuai dengan jumlah vaksin yang keluar.

Baca Juga: Indey: Sriwijaya Air Bakal Masuk KKT

“12 orang warga korban ini juga mereka lapor ke masing-masing puskesmas, dan telah divaksin,” jelas Wendy

Walaupun demikian, jika data yang beredar sebanyak 41 orang yang menjadi korban gigitan, maka Wendy menghimbau kepada para korban untuk segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat agar dapat divaksin.

“Tidak tahu 41 korban itu data dari mana, tapi kalau data yang ada di kita, sesuai jumlah vaksin yang keluar/terpakai, itu ada 12 orang. Kalau memang ada lagi, maka segera lapor. Artinya kalau yang belum lapor karena harus menunggu, anjingnya mati dan sebagainya, maka itu akan lama,” tandas Wendy.

Untuk stok vaksin rabies di setiap puskesmas menurut Wendy, tersedia dalam jumlah yang cukup, untuk itu  warga yang merasa menjadi korban, dihimbau untuk segera melapor tanpa harus menunggu jangka waktu untuk mendeteksi diri.

“Jadi 5 korban itu divaksin di Puskesmas Belakang Soya, 4 korban di Puskeamas Rijali, Batu Merah, dan 3 orang di Puskesmas Valentine,” rinci Wendy.

Untuk kondisi para korban sendiri Wendy mengaku, saat ini mereka dalam kondisi baik, hanya ada luka gigitan dan cakaran anjing.

“Jadi kalau 41 saya tidak tahu. Karena kita sesuaikan dengan data yang masuk di Puskesmas,” ucap Wendy.

Ditanya, jangan sampai sebagian warga yang korban mengambil langkah untuk melakukan vaksinasi mandiri dalam artian mereka membeli vaksin sendiri, Wendy mengaku, kemungkinan bisa saja korban gigitan lebih dari angka yang sudah melapor saat ini, namun sampai sejauh ini, belum ada tambahan dari jmlah korban yang nmelaporkan diri ke puskesmas.

“Kita tidak tahu apakah itu anjing rabies atau bukan, tapi kita sudah antisipasi dengan melakukan vaksinasi bagi yang sudah melapor. Artinya kalau tunggu 2 minggu, atau tunggu anjingnya mati baru ketahuan, atau periksa kepala anjing, itu akan makan waktu lama. Jadi segera laporkan ke puskesmas biar diambil tindakan cepat,” himbau Wendy. (S-25).