AMBON, Siwalimanews – Laga 16 besar Piala Dunia 2022 antara Maroko Vs Spanyol bakal menjadi laga penuh ujian baik  bagi Maroko maupun Spanyol. Jika tak ingin tersingkir dan mau ke delapan besar, Timnas Spanyol harus belajar dari kekalahannya melawan Jepang.

Pertandingan hidup mati ini bakal tersaji di Education City Stadium, Rabu (7/12) Pukul 00.00 WIT. Jelang pertandingan, Spanyol memang dijagokan menang. Hanya saja langkah tim berjulukan La Furia Roja cukup diragukan.

Fakta membuktikan  Spanyol menjejakan langkah ke babak 16 besar dengan hasil yang kurang memuaskan. LaFuria Roja finis sebagai runner-up Group E setelah mengalami kekalahan dalam partai terakhir melawan Timnas Jepang pada kamis (1/12). Skuad asuhan Luis Enrique dipaksa takluk oleh tim Samurai Biru dengan skor 2-1.

Bagi Jepang, kemenangan ter­se­but mencatatkan sejarah ter­sendiri karena mampu  mengalah­kan tim kuat seperti Spanyol. Khusus bagi Spanyol, kekalahan tersebut menjadi pengingat sekaligus tanda bahaya bahwa mereka tidak bermain dengan baik.

Sementara Maroko secara me­ngejutkan mampu keluar sebagai pemimpin klasemen Group F yang diisi Kroasia, Belgia dan Kanada. Laga ini akan menjadi ujian bagi Maroko.

Baca Juga: Guru Harus Terus Berinovasi Ciptakan Perubahan

Menilik ke belakang, Spanyol punya catatan kurang apik saat berjumpa Maroko. Dipartai terakhir menghadpi Maroko, La Furia Roja hanya menuai hasil imbang. Keadaan tersebut harus membuat mereka harus bekerja keras di laga kali ini.

Sedangkan Maroko dalam ke­adaan yang lebih bagus. Tim be­sutan Walid Regragui sedang da­lam keyakinan yang tinggi setelah mampu menjadi juara group F untuk maju ke babak 16 besar.

Memang di Piala Dunia 2022, Maroko mampu mendulang dua kemenangan dan satu imbang tanpa kekalahan. Singa Atlas itu sukses mempermalukan Belgia dengan skor 2-0 di laga matchday Group F.

Pertandingan melawan Spanyol, pelatih Maroko Walid Regragui diprediksi memakai formasi 4-3-3, dimana skuad yang diturunkan  yakni Yassine Bounou, Achraf Ha­kimi, Romain Saiss, Nayef Aguerd, Noussair Mazraoui, Azzedine Ounahi, Sofya Amrabat, Abdel­hamid Sahiri, Hakim Ziyech, Tousef En-Nesyri dan Sofiane Boufal.

Sementara Luis Enrique pelatih Spanyol juga akan menerapkan formasi yang sama yakni 4-3-3 dengan menurunkan skuad utamannya,  Unai Simon, Daniel Carvajal, Rodri, Pau Torres, Jordi Alba, Gavi,  Sergio Busquets, Pedri, Ferran Torres, Alvaro Morata dan Deni Olmo.

Portugal Vs Swiss

Timnas Portugal juga akan melakoni babak 16 besar Piala Dunia 2022 dengan melawan wakil Eropa lainnya yakni Timnas Swiss di Lusail Iconic Satdium Rabu (7/12) dini hari atau pukul 04.00 WIT. Portugal berhasil melaju ke babak 16 besar setelah lolos sebagai jawara group H.

Diatas kertas, Portugal lebih di­unggulkan. Tapi, Os Navegadores itu harus berhati-hati. Sebab Tim­nas swiss sedang dalam tingkat kepercayaan yang tinggi setelah mengalahkan Serbia di laga terakhir Group G.

Meski berhasil lolos sebagai jawara group, Portugal tetap mendapat sorotan khusus pada Piala Dunia 2022 kali ini. Hal itu tidak terlepas dari performa kapten sekaligus mega bintang mereka Christiano Ronaldo. Piala Dunia kali ini Ronaldo memang tampil kurang memuaskan bersama timnasnya.

Ronaldo memang menjadi starter ditiap laga Portugal. Kendati demikian penyerang berusia 37 tahun itu baru mampu mencetak satu gol untuk Portugal selama Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar. Bahkan Ronaldo diramalkan akan menjadi biang keladi atau penyebab tersingkirnya Portugal dari gelaran Piala Dunia 2022 Qatar.

Dilaga ini Portugal diprediksi akan menerapkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan trio Bernar­do Silva, Joao Felix dan Christiano Ronaldo di lini depan, sementara Bruno Fernndes bakal diplot sebagai gelandang serang.

Pada laga ini Fernando Santos diprediksi akan memaki formasi 4-3-1-2 dengan susunan pemain yakni,  Diogo Costa, Joao Cancelo, Ruben Dias, Danilo Pereira, Raphael Guearreiro, William Car­valho,Ruben Neves, Bruno fernandes, Berrnardo Silva, Joao Felix dan Christiano Ronaldo,

Sementara itu, Swiss memang tidak memiliki kualitas tim seperti Portugal, tapi mereka punya kekuatan lebih sebagai sebuah kesatuan tim. Buktinya Swiss mampu melaju ke babak 16 besar tanpa pemain yang namanya benar-benar top di dunia.

Swiss yang adalah runer up Group G, bakal tampil impresif.  Pertandingan antara Swiss vs Portugal akan berlangsung panas sebab sudah masuk ke fase gugur. Pelatih Swiss Murat yakin tetap mengandalkan Breel Embolo di lini depan untuk membobol gawang Portugal.

Sejumlah pemain senior seperti Xherdan Shaqiri, Granit Xhaka dan Yann Sommer diharapkan bisa mengangkat performa Swiss saat melawan Portugal. Swiss dipre­diksi bermain dengan skema 4-2-3-1. Dimana Remo Freuler dan Granit Xhaka diperkirakan menjadi dua gelandang bertahan untuk menghentikan lini tengah Portugal.

Sedangkan  Silva Widmer dan Ricardo Rodriguez yang bermain di full back bakal tidak sering overlap atas instruksi pelatih Murat Yakin.

Dengan menurunkan skuad uta­ma, seperti,  Yan Sommer, Silvan Widmer, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Ricardo Rodriguez, Remo Freuler, Granit Xhaka, DjibrilSow, Ruben Vargas, Xherdan Shaqiri dan Breel Embolo, maka pelatih Murat dipas­ti­kan akan memakai 4-2-3-1. (S-07)