AMBON, Siwalimanews – Sopir Angkutan Kota dari semua jurusan yang ada di Kota Ambon, Kamis (26/8), mogok beroperasi.  Aksi para sopir ini untuk memprotes kelangkaan premium sehingga jatah mereka dikurangi bahkan  mengharuskan mereka beralih ke BBM jenis Pertalite.

Pantauan Siwalimanews mogok massal sopir angkot ini dimulai sejak pukul 10.00 WIT di sejumlah lokasi seperti pertigaan Batugantung (depan Gereja Rehoboth), Passo, Poka, Talake, serta Karang Panjang melakukan aksi mogok, sehingga membuat kemacetan panjang di setiap lokasi tersebut.

Bahkan sekitar pukul 11.30 WIT para sopir angkot dari berbagai jurusan ini melajutkan aksi mereka di DPRD Kota Ambon, alhasil ruas jalan di depan Baileo Rakyat Belakang Soya ini terjadi kemacetan panjang mulai dari jalan Rijali hingga jalan Pattimura.

Ketua Sopir Angkot Kudamati Edy Nirahua kepada Siwalimanews disela-sela aksi mereka di pertigaan Batugantung mengatakan, sebagai sopir mereka mengaku heran dengan kebijakan dari Pertamina dab SPBU yang mengurangi jatah pengisian premium mereka, dimana biasanya mereka dapat mengisi 30 liter perhari kini hanya dijatahi 13 liter (Rp 100 ribu)

“Kita heran mengapa kita sekarang dapat 13 liter satu hari seharga Rp 1000 ribu, padahal biasanya kita dapat itu 30 liter, yang jadi pertanyaan apakah terjadi kelangkaan premium atau apa. Bahkan ada rekan-rekan lain yang diminta untuk isi pertalite,” tanbdasnya.

Baca Juga: DPRD Buton Selatan Studi Banding ke Ambon

Selain itu, kata Nirahua, mengapa begitu banyak SPBU di Kota Ambon, sementara hanya satu SPBU yakni SPBU Pohon Pula yang melayani pengisian Premium, sehingga terjadi penumpukan antrian angkot di SPBU yang membuat kawasan itru macet.

“Kenapa hanya SPBU Pohon Puleh saja yang isi premium, sementara banyak SPBU di Ambon. Kalau SPBU lain bisa layani pembelian premium dengan jerigen kenapa angkot tak bisa dilayani, ada apa ini,” tanya Nirahua.

Ia mengaku, aksi mogak ini akan kembali dilanjutkan nanti pada, Selasa (31/8)  jika pertemuan dengan DPRD Kota Ambon tak menghasilkan kesepakatan.

Sementara itu pengemudi angkot jurusa Karpan Dolfis kepada Siwalimanews di sela-sela aksi di Baileo Rakyat Belakang Soya mengaku, kesal dikarenakan kelangkaan premium membuat dirinya harus beralih ke Pertalite yang harganya lebih mahal, sedangkan tarif angkutan tidak dinaikan.

“Katong mancari mau dapa barapa, mancari cuma par isi bensin, sakarang musti isi pertalite, sedangkan tarif angkot seng nai,” cetusnya.

Aksi yang dilakukan para sopir ini kata Dolfis, merupakan bentuk protes karena tidak ada solusi dari pemerintah.

“Ini sudah berlangsung lama tapi tidak ada solusi dari pemerintah sama sekali,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, ratusan sopir angkot dari berbagai jurusan masih melakukan pertemuan dengan Komisi II DPRD Kota Ambon di ruang sidang utama. (S-39/S-45)