AMBON, Siwalimanews – Hadirnya anak jalanan sudah menjadi pemandangan umum bagi warga kota, bukan berkurang namun jumlahnya terus bertambah.

Sampai saat ini upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial tidak membuahkan hasil karena anak jalanan masih tetap berkeliaran.

“Ada oknum-oknum tertentu yang mengkoordinir anak jalanan yang beroperasi di sejumlah titik di Kota Ambon,” kata Kadinsos Ambon kepada wartawan di balai kota, Senin (29/1)

Guna mengatasi masalah ini, Dinas Sosial meminta tolong kepada RT di wilayah masing-masing untuk memantau keberadaan oknum-oknum dimaksud.

“Kita belum tahu identitas para oknum-oknum ini. Tetapi yang pasti kami sudah imbau kepada RT maupun masyarakat untuk memantau keberadaan oknum-oknum tersebut,” harapnya.

Baca Juga: Pemprov Bakal Bagikan 1.280.4 Ton Beras

Selain itu sejumlah anak jalanan yang berhasil diamankan mereka mengaku kalah ditampung di eks gedung Bosowa, Desa Hative Kecil.

“Kurang lebih ada sekitar 20an anak jalanan yang terjaring razia. Rata-rata usia antara 4 sampai 15 tahun,” terangnya.

Hasilnya anak jalanan diangkut dan dimandikan kemudian baru dicek. Ternyata ada yang keluarga punya keluarga dan ada yang tidak.

“Yang tidak punya keluarga terpaksa kita kembalikan ke tempat penampungan mereka itu,” ujarnya.

Dinsos lanjutnya juga telah berkordinasi dengan aparat kepolisian untuk memantau keberadaan para oknum.

“Apabila nanti ditemukan oknum-oknum tersebut, maka akan diproses hukum,” janjinya.

Ia mengaku dari hasil pengecekan, memang para oknum sangat lilahi dan mampu mengelabuhi petugas.

“Oknum-oknum ini datang pada jam-jam tertentu. Jadi memang sulit untuk temukan. Tetapi kita sudah kordinasi dengan Satpol PP kemudian pihak kepolisian juga. Apabila didapati, kita akan proses oknum-oknum ini,” katanya.

Pengembalian anak-anak jalanan yang sudah di cek tersebut ke gudang penampungan milik para oknum karena memang pemkot tidak punya rumah penampungan atau shelter.

“Ada anak-anak yang dikembalikan lagi ke eks gedung Bosowa. Pemkot belum memiliki rumah penampungan atau shelter. Dinsos berupaya agar nantinya ada tempat penampungan bagi anak-anak jalanan tersebut, urainya.

Kedepannya pihaknya akan koordinasi dengan SKB untuk bagaimana bina anak-anak ini dengan cara ikutkan mereka dengan paket B atau C jika putus sekolah. Hal itu dilakukan agar anak-anak tersebut bisa mengasah skil dan kemampuan sehingga kedepannya mereka bisa hidup mandiri. (S-29)