AMBON, Siwalimanews – SKK Migas bersama dengan KKKS INPEX Masela, Ltd, telah berhasil menyelesaikan metocean service visit (MCV) untuk proyek LNG Abadi diwilayah perairan Laut Arafura.

MSV dilakukan oleh tim menggu­na­kan Kapal NV NMS Brilliance. Pelak­sanaan metocean service visit ini dila­kukan tanpa harus sandar ke pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku untuk menjalani karantina.

“Dengan inovasi baru ini, inspeksi dan perawatan terhadap 17 stasiun meto­cean di laut serta pengambilan data ter­kait metocean dapat dilakukan dengan lebih cepat, untuk selanjutnya akan di­olah dan dianalisis,” kata Deputi Ope­rasi SKK Migas Julius Wiratno dalam rilis yang diterima Siwalima, Sabtu (10/10).

Secara lebih detil jelas Julius, akti­vitas utama yang dilakukan selama metocean service visit adalah melaku­kan pengambilan, pengecekan dan perawatan peralatan dan sensor pada stasiun pengamatan metocean.

Selain itu juga mengunduh dan mem­verifikasi data serta sistem penyim­panan data, hingga memasang kembali sensor dan peralatan ke stasiun penga­matan metocean tersebut.

Baca Juga: Mahasiwa IAIN Demo Tolak Omnibus Law di Kantor Gubernur

“Aktivitas metocean service visit di tengah pandemi Covid-19 cukup merepotkan sehingga harus ada inovasi baru dari SKK Migas dan INPEX dalam melakukannya seperti pelaksanaan service visit tanpa sandar di pelabuhan Maluku,” terang Julius.

Dikatakan pemberlakuan dan monitoring protokol kesehatan anti Covid-19 sesuai standar WHO yang ketat kepada personel dan awak kapal setiap hari baik sebelum berangkat, saat berada di ka­pal maupun setelah selesai service visit.

“Keberhasilan ini menjadi preseden yang baik bagi pelaksanaan aktivitas hulu migas di lapangan minyak dan gas bumi lainnya selama masa pandemi Covid-19 ini,” tutur Julius.

Sementara itu, Vice President Corporate Services INPEX Masela, Ltd Henry Banjarnahor mengapresiasi suksesnya metocean service visit ini dan meng­ucapkan terima kasih baik kepada SKK Migas atas dukungannya yang kuat terhadap pelaksanaan MSV pada masa pandemi Covid-19 ini.

Dan juga kepada Pemerintah Propinsi Maluku serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar atas dukungannya yang luar biasa sehingga metocean service visit berlangsung dengan lancar dan tepat waktu.

“Hal ini memberikan semangat bagi kami bahwa inovasi-inovasi lain dapat di­rencanakan dan dilakukan setelah me­la­lui kajian yang sangat seksama, de­ngan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujar Henry.

Ditambahkan proyek Abadi Masela ini direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.750 MMSCFD  (9,5 MTPA LNG dan 150 MMSCFD gas pipa).

“SKK Migas mentargetkan proyek abadi Masela dijadwalkan dapat berpro­duksi tahun 2027,” tandasnya. (S-39)