AMBON, Siwalimanews – Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Agus Ririmasse membe­ber­kan, setelah pembenahan Dinas Kependudukan dan Pencatatam Sipil (Disdukcapil) selesai, aka dilanjutkan de­ngan Dinas Penana­man Modal dan Pela­yanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Menurutnya, pembenahan ini dikarenakan, banyak informasi yang terima terkait dengan pengurusan yang berbelit-belit dan memakan waktu yang cukup lama.

“Masyarakat datang urus ijin tidak boleh berminggu-minggu, berbulan-bulan. Bila perlu dua atau tiga hari sudah jadi. Tidak boleh lama-lama. Sebab ijin berkaitan dengan investasi bagi daerah,” kata Ririmasse kepada wartawan di Ambon, Kamis (13/1).

Dirinya mengung­kapkan, proses yang lama ini dikarenakan sistem jaringan yang kurang memadai. Sehingga butuh waktu yang lama untuk memproses perijinan yang telah dimasuk­kan oleh warga kota.

“Saya baru rapat dengan teman-teman di DPMPTSP. Saya minta untuk perijinan itu harus cepat. Sebab saya baru tapi dengar kabar burung banyak, bahwa urusannya berbelit-belit, lama. Masalahnya di jaringan,” ungkap Ririmasse.

Baca Juga: Slarmanat: Biaya Pengamanan Picu Kenaikan Harga Lapak

Oleh sebab itu, lanjut Ririmasse, sistem jaringan yang berada di DPMPTSP perlu benahi guna mempermudah masyarakat dalam pengurusan. Maka telah dipertegas kepada DPMPTSP dan Diskominfo-Sandi soal saling kerjasama menata jaringan itu, jangan ada ego sentris antar OPD.

“Jangan sampai ada yang merasa terlalu penting. Ini harus berkolaborasi, bersinergi untuk bagaimana menata jaringan internet lebih bagus. Sehingga proses pelayanan perijinan online itu cepat, orang punya ijin bisa keluar,” tandasnya.

Begitu juga sambungnya, masalah di Dinas Perhubungan (Dishub) yakni ijin trayek nanti juga akan diperhatikan. Sebab banyak kedapatan sekarang Angkutan Kota (Angkot) di Ambon yang operasi tanpa ijin trayek.

“Saya sudah dapat data. Nanti saya akan lihat di lapangan. Nanti kita lihat semua, ditertibkan, tapi butuh proses, perlahan-lahan, bukan semudah membalik telapak tangan,” terangnya.

Setelah tata perijinan sambungnya, akan kemudian turun untuk menata kesehatan, terutama berkaitan dengan pelayanan di Puskesmas-puskesmas, harus cepat dan tepat sasaran.

“Pokoknya pelayanan publik saya akan genjot habis-habisan. Sebab sasarannya adalah masyarakat harus terlayani secara maksimal, mereka puas dan senang, kita pemerintah juga bersyukur,” pungkasnya. (S-52)