Namlea, Siwalimanews – Juru Bicara Satgas Covid-19 Buru, Nani Rahim mengaku, sampai dengan saat ini tim  masih mengalami kesulitan tracking orang-orang yang pernah terlibat kontak langsung dengan paisen kasus 23.

“Kami agak kesulitan dapat informasi, karena mereka yang diwawancarai sangat tertutup,” ungkap Nani kepada wartawan di Knator Dinas Kesehatan Buru, Kamis (30/4)

Walaupun demikian kata dia, tim satgas terus bergerak cepat dengan mengumpulkan  informasi di seputaran Kampus Uniqbu, warung kopi dan salah satu kos-kosan di kawan Lorong Pohon Jati 1 yang juga tidak jauh dari kampus tempat biasa si pasien ini selalu nongkrong dengan rekan-rekannya.

Ada dua oknum yang diwawancarai yakni, satu alumni Uniqbu dan satu masih mahasiswa aktif di kampus yang terkonfirmasi satgas pernah kontak langsung dengan pasien kasus 16 dan pasien kasus 23.

“Yang sangat disayangkan kedua orang ini tidak kooperatif, karena keduanya tidak mau mengakui pernah kontak dengan kedua pasien ini,” ungkap Nani.

Baca Juga: Kasrul: Kota Ambon Segera Terapkan PSBB

Menurutnya, tim saat ini sudah mendapat tambahan lagi tujuh nama rekan-rekan si pasien ini yang pernah kontak erat dengannya, termasuk pacarnya si pasien, yang sudah langsung di rapid test dan hasilnya negatif.

Sebelumnya pacar si pasien ini juga telah selesai jalani karantina, karena merupakan pelaku perjalanan dari daerah zona merah. Sesuai rencana, hari ini empat teman  pasien 23 ini juga akan jalani rapid test dan keempat orang ini sangat kooperatif.

“Selain tracking dalam kota, tim juga akan lakukan tracking sampai di kampung halaman pasien kasus 23 ini di Desa Silewa, Kecamatan Fenalisela. Disana ada empat keluarga dekat si pasien ini yang akan diperiksa kesehatan,” ucapnya.

Ditambahkan saat ini tim satgas sudah berangkat ke Silewa, hanya saja belum dikonfirmasi apakah ada tambahan jumlah tracking atau hanya empat keluarga dekat si pasien kasus 23 ini saja. (S-31)