AMBON, Siwalimanews – Wakil ketua DPRD Provinsi Maluku, Aziz Sangkala meminta masyarakat Negeri Tamilow dan Dusun Rounnusa Negeri Sepa untuk dapat menahan diri serta tidak terpancing dengan provokasi yang dapat memperkeruh suasana anatar dua negeri tersebut.

Permintaan anggota DPRD dapil Maluku Tengah ini disampaikan kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Kamis (4/11) merespon konflik yang terjadi pada dua negeri ini beberpaa hari lalu.

Sangkala mengaku, prihatin dengan kondisi yang terjadi ditengah upaya bersama untuk membangun kedamaian di Maluku, guna mempercepat proses pembangunan, pelayanan sosial, ditengah pandemi Covid-19 yang membutuhkan energi besar, untuk melakukan recovery terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, justru kejadian seperti ini muncul lagi.

“Tentu semua pihak tidak ingin hal ini terjadi, namun faktanya telah terjadi dan menyebabkan korban jiwa, olehnya kami ingin himbau kepada semua pihak, khususnya masyarakat di dua negeri ini untuk dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu apapun yang dapat memperkeruh keadaan,” pinta Sangkala.

Menurutnya, ditengah masa-masa yang sulit saat ini akibat pandemi Covid, masyarakat dua negeri tersebut harus dapat menahan diri, agar konflik ini tidak berkepanjangan. Pasalnya, jika konflik ini tetap berkepanjangan, maka yang rugi tentunya masyarakat, dengan adanya pembatasan mobilitas orang, termasuk mungkin saja penyekatan-penyekatan yang dilakukan.

Baca Juga: KPK Dorong Semangat Pela Gandong dalam Pencegahan Korupsi

Selain itu, seluruh jajaran pemimpin ditingkat negeri, baik kepala pemerintah negeri, saniri maupun kepala dusun harus dapat menenangkan masyarakat masing-masing, guna meredam potensi konflik baru akibat salah satu pihak yang tidak puas.

Sangkala juga mendesak aparat kepolisian yang diback up oleh TNI segera hadir guna melerai konflik, sehingga tidak ada ruang bagi masyarakat yang belum menerima dengan imbas konflik awal, untuk kemudian kembali terpancing dan terprovokasi melanjutkan konflik.

“Kami berharap pihak kepolisian bergerak cepat melerai konflik ini. Untuk penegakan hukum juga harus tetap berjalan,” tandas Sangkala. (S-50)