AMBON, Siwalimanews – Guna mendorong pelayanan mutu pendididikan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Plt Kepala Dinas Pendidikan Sidik Rumalowak gencar melakukan monitoring di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten SBT.

Hal ini untuk memastikan kesiapan setiap sekolah dalam melaksanan proses pembelajaran yang efektif.

“Kami gencar untuk monitoring di setiap sekolah agar memastikan tidak ada kendala apapun yang dihadapi di setiap sekolah,” ungkap Rumalowak kepada Siwalima di Bula kemarin.

Dikatakan, monitor dan pemantauan lansung setiap sekolah yang ada di Kabupaten SBT untuk mengetahui sejauh mana kendala yang dihadapi sehingga dinas segera benahi.

“Karena dengan begitu, dapat meningkatkan mutu didik anak melalui pembelajaran yang efektif. Jika semua permasalahan teratasi, maka tentu anak akan diperhatikan oleh guru dengan baik. Selain itu motifasi guru akan terus ditingkatkan melalui pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan SBT,” ungkap Rumalowak.

Baca Juga: Masyarakat Dihimbau Jaga Keamanan Jelang Nataru

Melalui kegiatan monitoring Rumalowak mengaku setiap kendala akan dibinahi dan sejauh ini kendala yang dihadapi sudah dibinahi dengan baik. “Saat kami melakukan monitor di sekolah, ada sala satu siswa SMP Dawang yang belum menerima Ijasah, sehingga dinas mengambil alih dan sudah teratasi,” ungkapnya.

Meski permasalahan tersebut menyangkut regulasi yang mana tentang kepala sekolah yang nota bane masih menjabat sebagai pelaksana harian. Namun demi kemajuan pendidikan maka dinas pendidikan berperan penting untuk menyelesaikan setiap kendala yang ada.

Selain itu, yang terpenting saat ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan SBT adalah melakukan pemerataan guru. Dari sejumlah guru yang ada di lingkup Pemda SBT telah dilakukan pemerataan sebanyak 98 persen.  Melalui hal tersebut, dapat dipastikan  guru akan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan penempatannya.

“Kami saat ini juga masih fokus pada pemerataan guru, dan untuk diketahui bahwa guru di Kecamatan Bula sudah dilakukan pemerataan mencapai 98 persen,” ungkap Rumalowak. (S-47)