PIRU, Siwalimanews – Proyek jaringan air bersih di Dusun Waimeteng Pantai Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sudah tuntas dikerjakan namun disayangkan proyek tahun 2019 itu mubasir karena tidak dialiri air, sehingga belum dapat dinikmati warga setempat.

Padahal jaringan air bersih tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi Maluku diteruskan ke  Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBB melalui pihak ketiga tetapi hingga saat ini airnya tidak mengalir. Padahal setiap rumah sudah terpasang kran-kran air.

“Seharusnya PU SBB dalam hal ini PPTK harusnya turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan atas pekerjaan jaringan air bersih tersebut, sehingga ada upaya perbaikan dari pihak Kontraktor  untuk mengalirkan air tersebut,” ungkap warga Waimeteng Pantai kepada Siwalima, Rabu (5/5).

Dijelaskan, selama jaringan air bersih dikerjakan hingga selesai namun air tak juga mengalir dan bahkan warga juga belum menikmatinya. Akibat jaringan air belum mengalir hingga saat ini terpaksa warga mengunakan air sumur bor dan sumur seapa adanya. Bahkan air sumur pun terlihat berwarna merah tetapi warga terpaksa mengunakannya dengan cara menyaring untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah lama kami tunggu hingga sekarang jaringan air tak mengalir sedikit pun dan bahkan kita selalu bertanya-tanya kanapa airnya tidak mengalir padahal proyek jaringan air bersih sudah selesai dikerjakan,” tegasnya.

Baca Juga: Pelanggaran Berat, Empat Anggota Brimob Dipecat

Warga lain, Yusran juga mengungkapkan, akibat tak kunjung mengalir karena kurangnya pengawasan dari pihak PU SBB, sehingga jaringan air bersih tersebut dibiarkan begitu saja. Padahal warga sangat membutuhkan air bersih, apalagi di bulan puasa.

Menurutnya, kran-kran air yang sudah ada di setiap rumah hampir semuanya jadi rusak.” Kalau airnya mengalir mungkin tidak rusak, kalau airnya mengalir hingga sekarang pastinya kita akan menjaga dan merawatnya,” terangnya.

Dikatakan, dengan dibangunnya jaringan air bersih tersebut dapat menjawab kebutuhan air bersih di Kota Piru khususnya di Waimeteng Pantai yang sangat kesulitan air terutama di musim kemarau. “Kita di sini itu kebutuhan air bersih hanya tergantung air hujan, sumur, dan sumur bor. Jadi kami sebagai warga Waimeteng sangat harapkan airnya segera mengalir,” ujar warga.

Untuk itu warga mengancam, apabila jaringan air bersih tersebut bermasalah patut ditelusuri. Pasalnya, proyek yang sudah selesai dibangun oleh pihak kontraktor itu tidak memberikan dampak positif ke masyarakat karena tidak berfungsi alias air tidak mengalir.

“Apabila proyek yang dikerjakan sejak 2019 lalu kedepatan bermasalah, maka warga tidak segan-segan untuk meminta kepada pihak Kepolisian Polres SBB untuk melidiknya, karena proyek tersebut telah selesai dibangun tapi airnya mengalir dan tidak dinikmati warga setempat,” tegasnya. (S-48)