AMBON, Siwalimanews – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Maluku memastikan tidak akan mendorong kadernya untuk maju sebagai calon gubernur.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris DPW PPP Maluku Rovik Akbar Afifuddin kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Sabtu (4/5).

Rovik menjelaskan, PPP Maluku tidak mendorong kader partai untuk maju sebagai calon gubernur dalam pilkada Maluku didasarkan pada beberapa alasan yang sangat rasional.

Alasan tersebut yakni, pertama, PPP Maluku tidak memiliki kursi yang banyak di DPRD, sebab berdasarkan hasil pileg, PPP hanya mendapatkan dua kursi yakni dari dapil Kota Ambon serta dapil Buru dan Bursel.

Kedua, PPP Maluku belum memiliki kader mumpuni yang bisa didorong untuk maju sebagai calon gubernur.

Baca Juga: Setelah PDIP, Orno Merapat ke Hanura dan PKB Maluku

“Kita realistis saja kursi kita cuma dua dan diantara kader kita belum yang bisa maju sebagai calon gubernur, ini yang jadi alasan kita sesungguhnya,” ujar Rovik.

Walaupun tidak mendorong kader untuk maju sebagai calon gubernur, tetapi PPP memiliki begitu banyak kader yang dapat didorong sebagai calon wakil gubernur, maka PPP hanya menunggu dipinang oleh calon gubernur.

“Kalau ada calon gubernur yang menanyakan ke PPP apakah ada stok calon wakil gubernur, maka jawabannya ada, tapi namanya wakil kita pun menunggu dipinang saja,” ucap Rovik.

Rovik menegaskan, PPP Maluku memiliki modal 60 ribu suara sesuai hasil pileg  dengan dua kursi DPRD Maluku dan 16 kursi di DPRD kabupaten/kota, sehingga menjadi modal yang harus diperhitungkan oleh para calon gubernur.(S-20)