AMBON, Siwalimanews – Beredarnya informasi dugaan penganiayaan Nasrul Nahumamury pemuda Tulehu Kecamatan Sala­hutu Kabupaten Malteng di kawasan Negeri Suli juga Kecamatan Sala­hutu Kabupaten Malteng adalah bohong atau hoaks.

Informasi profokatif tersebut belum diketahui motifnya, namun pelaku penyebar berita hoaks tersebut su­dah diaman­kan di Polsek Salahutu untuk diminta ketera­ngan. Pelaku penyebar berita bohong itu yakni Nasrul Nahumamury sendiri.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Moyo Utomo me­ngatakan, oknum penyebar berita bohong ini mem­buat resah warga ter­utama yang melintasi jalur Suli dan Tulehu.

“Masyarakat merasa khawatir dan was-was pasca informasi tersebut beredar,” katanya kepada wartawan di Ambon, Senin (20/2)..

Menurut Utomo, Polsek Salahutu yang mendapat informasi tersebut tak tinggal diam, karena anggota yang bertugas di lapangan lang­sung melakukan penyelidikan dan ternyata tidak benar.

Baca Juga: Perwakilan Maluku Tampil Memukau

Langkah selanjutnya Polsek Salahutu mendatangi sang penye­bar berita bohong dan kemudian digelandang ke Mapolsek Tulehu guna memintanya membuat klari­fikasi kepada publik kalau peng­aniayaan tersebut tidaklah benar atau hoaks.

“Dari pengakuan Nasrul itu katanya menyebarkan informasi bohong lantaran takut mence­ritakan peristiwa sebenarnya,” ungkap Utomo.

Seperti diketahui, postingan Nasrul Nahumamury di facebook narasinya meminta warga tidak melewati jalur  jalan Suli Atas pada malam hari lantaran adanya peristiwa penganiayaan yang dialami korban Nurdin.

“Informasi ade dan kaka “pantarlih, kalo bisa jang lari malam lewat Suli dolo, menjaga kejadian yang tidak diinginkan, menjaga kesehatan dan lain-lain. Baru saja terjadi tindak kejahatan di Suli, korban orang Tulehu, mohon jaga keselamatan dan kesehatan ade dan kaka,” tulis Nasrul.

Parahnya, dalam postingan tersebut Nasrul mendeskripsikan kronologis seolah-olah korban dianaiaya dengan cara dibacok. “Saat itu korban bersama saksi Nasrul dari arah Suli menuju Tulehu. Sesampainya di TKP (coklat-coklat depan bengkel Red), korban dan saksi dilempari batu karang oleh OTK yang mengenai setir motor sehinggka saksi hilang kendali dan terjatuh. Setelah itu dua pelaku tidak dikenal menggunakan tutup muka langsung menyabetnya dengan alat tajam hingga mengena leher kanan korban. Selanjutnya saksi mengambil motor dan membonceng korban menuju RS Dr Umarella,” urainya dalam postingan sebagaimana dijelaskan Utomo.

Beruntung Polsek Salahutu mengamankan Nasrul untuk melakukan klarifikasi kepada publik. Di Mapolsek Salahutu, Nasrul kemudian menceritakan peristiwa penganiayaan yang sebenarnya.

Menurut Utomo, Nasrul menuturkan saat itu dirinya sementara konsumsi minuman keras jenis sopi  di salah satu kos-kosan yang terletak di kawasan Belakang Keramat Nahumarury Dusun Pohon Mangga bersama beberapa rekanya yakni Ramdany Umarella, Rispandi Kotta, Mochal Umarella, Riski Ohorella dan Raju Ohorella.

“Saat itu Nasrul mengeluarkan kata yang menyinggung perasaan Raju Ohorella, setelah itu Raju mengambil parang memotong Nasrul. Korban menangkis dengan tangan kanan sehingga jari kelingking terluka dan pelipis bagian kanan juga terluka,” ungkap Utomo.

Masih kata Utomo, usai dibacok, korban Nasrul dilarikan ke rumah sakit oleh Ramdany Umarella bersama  Mochal Umarella, Rispandi Kotta dan Risky Ohorella.

“Korban dan rekan-rekannya dalam pengaruh minuman keras. Pengakuan mereka membeli miras sopi dari saudara Sakai di desa Waai. Ada juga sopi yang dibeli di Suli,” jelas Utomo.

Dengan terungkap kronologis sebenarnya, Utomo yang adalah mantan Wakapolsek Leihitu ini menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dan terpengaruh informasi tidak benar atau hoaks.

“Sekali lagi informasi Nasrul jadi korban penganiayaan di Suli tidak benar alias hoaks,” tegas Utomo. (S-10)