AMBON Siwalimanews – Aksi protes mahasiswa Unpatti terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dianggap merugikan masyarakat, akhirnya dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian, Jumat (8/4).

Aksi yang digelar di Jalan Ir Putuhena depan Kampus Unpatti itu,  awalnya berjalan dengan baik,, namun aksi bakar ban tetap saja terus dilakukan olah para mahasiswa, maka aparat kepolisian kemudian menghentikan aksi mereka,, namun ratusan mahasiswa ini tetap berisikeras untuk melanjutkan aksi mereka.

“Saya kasih 10 menit ya, tolong kita sama-sama berpuasa jangan buat masalah di bulan Ramadhan ini. jika tidak ingin bubar, maka kami akan membubarkan kalian secara paksa,” ucap salah satu perwira polisi yang memimpin pengamanan aksi demo tersebut.

Mendnegar ancaman aparat kepolisian, para perwakilan mahasiswa ini sempat melakukan negosiasi untuk meminta ijin aksi mereka tetap berlangsung dengan menggunakan sebagian jalan untuk berbuka puasa.

“Kami hanya memakai sebagian jalan untuk buka puasa saja,” pinta Ridwan mewakili para demosntran.

Baca Juga: HSNI Harus Dukung dan Kritisi Program Pemerintah

Namun permintaan para mahasiswa tersebut tidak diizinkan oleh pihak kepolisian, sehingga terjadi adu mulut antara para denosntran dan polisi  .

“Asprirasi memang harus disampaikan, tapi jangan menyusahkan orang lain. Ini kan menganggu karena sementara semuanya melakukan puasa jangan menyusahkan orang lain,” tegas aparat kepolisian .

Lagi-lagi para demonstran tak medengar apa yang disampaikan polisi, bahkan ratusan mahasiswa ini sambil berteriak turunkan Jokowi,
masyarakat Maluku menolak tiga periode Jokowi.

“Turunkan saja Jokowi, turunkan Jokowi ” teriak para demonstran

Ratusan mahasiswa ini menilai masa jabATAN Jokowi tak boleh diperpanjang,, namun Jokowi harus melihat proyek LIN dan Ambon New Port untuk kepentingan masyarakat Maluku.

Tepat pukul 17.56 WIT, polisii akhirnya sepakart dengan para demosntran untuk mengakhiri aksi mereka (S-21)