AMBON, Siwalimanews – Guna memberikan memudakan kemudahan bagi pengguna kenda­raan listrik maupun pelaku usaha dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Komitmen terse­but ditandai dengan hadirnya web­site khusus untuk layanan kemitraan penyediaan Stasiun Pengisian Ken­daraan Listrik Umum (SPKLU) dan promo layanan home charging.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengata­kan, website ini para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU nantinya bisa mendaftar melalui kanal tersebut.

Untuk bisa menjadi partner dari pengembangan SPKLU ini sangat mudah. Para Badan Usaha yang tertarik hanya tinggal mengakses https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu. Setelah para pengusaha mengakses langsung ada kolom menjadi mitra. Ikuti langkahnya dan kemudian PLN akan segera me­nindaklanjuti.

“Kami ingin membuat ekosistem kendaraan listrik ini tumbuh. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pengusaha yang tertarik,” ungkap Bob dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Kamis (27/10).

Kemitraan ini menurut Bob, pen­ting sebab pengadaan SPKLU ini menjadi ceruk bisnis baru bagi dunia usaha. Tercatat, saat ini sudah terda­pat 187 unit (SPKLU) yang berope­rasi di seluruh Indonesia. PLN ber­kontribusi sebesar 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun nanti akan ada 67 unit SPKLU tambahan.

Baca Juga: Pindahkan Lokasi B3!

“Saat ini PLN sudah membangun 47 unit SPKLU dan hingga akhir tahun nanti akan ada tambahan sebesar 67 unit SPKLU lagi. Ini merupakan dukungan aktif PLN dalam memasifkan kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

Berkembangnya trend kendaraan listrik di Indonesia saat ini, menjadi peluang bisnis baru bagi semua pihak. Peluang bisnis ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar saja, bahkan di daerah Asmat Papua sendiri, porsi penggunaan motor listrik bahkan mencapai 100 persen.

“Namun belum banyak infrastruktur pengisian daya bagi motor listrik ini di sana. Ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis baru bagi semua pihak. Tidak hanya terbatas di kota-kota besar saja tetapi di seluruh pelosok Indonesia,” ucapnya.

Pada 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru penjualannya menurun hingga 14 persen. Selain itu, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU. Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada tahun tersebut.

“Melihat peluang tersebut, PLN mengajak semua pihak untuk memanfaatkan ceruk bisnis ini. PLN akan menyediakan surat izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU. Sementara mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU,” tuturnya.

Ia menyebutkan, PLN saat ini juga telah mengembangkan beberapa model bisnis, guna mendukung rencana kerja sama ini agar lebih atraktif serta efektif dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Jadi bisnis ini sangat menguntungkan. Kami mengajak pelaku usaha untuk ikut membangun SPKLU sesuai skema kerja sama kemitraan berbasis revenue sharing, dengan sharing economy model,” jelasnya. (S-51)