AMBON, Siwalimanews – Letupan senapan api itu memecah kesunyian di hutan Hulaliu, Jonas Izack tewas bersimbah darah.

Belum tuntas masalah bentrok Kariu-Ori, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, kini penembak  misterius beraksi di Hulaliu, akibatnya satu warga tewas kena timah panas.

Kejadian berdarah yang menimpa korban Jonas Izack  terjadi, Senin (14/2) sekitar pukul 13.30 WIT siang di Hutan Negeri Hulaliu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat kepada pers  menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika bebe­rapa warga Negeri Hulaliu sementara berada di Hutan, tiba tiba ada bunyi tem­bakan yang mengenai salah satu warga.

“Kejadian sekitar  jam 13.30 WIT warga sementara di hutan dan ada bunyi tembakan yang darimana asalnya belum kita ketahui, Tapi salah satu warga yang di hutan terkena tem­bakan tersebut sehingga mengalami luka dan meninggal dunia,” ungkap Ohoirat.

Baca Juga: Pemilik TV Kabel Tebar Ancaman

Akibat penembakan misterius itu terjadi konsentrasi massa di Negeri Hulaliu, untung saja polisi bertindak cepat dan menerjunkan dua peleton Polri siaga di lokasi kejadian.

Ohoirat mengakui terjadi kon­sentrasi massa di Negeri Hulaliu usai kejadian itu. Namun polisi bergerak cepat dengan mengerahkan anggo­tanya untuk mengamankan TKP.

“Saat ini 2 peleton anggota kami sudah di TKP dari brimob Sabhara maupun Polsek termasuk, Dirkrimum juga sudah di sana dan Kapolsek,” ujarnya.

Ohoirat mengakui belum diketahui dari mana dan siapa yang melakukan penembakan. Untuk itu Ohoirat menghimbau masyarakat untuk me­nahan diri serta tidak terprovokasi.

“Kita Himbau masyarakat jaga ketenangan dan tidak ter provokasi karena tidak diketahui yang mela­kukan penembakan dari mana, untuk itu masyarakat harus menahan diri dan tidak terprovokasi dengan ka­bar kabar hoax, karena anggota sementara di lapangan untuk me­nyelidiki kejadian tersebut,” him­baunya.

Optimalkan Intelejen

Di tempat terpisah, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra meminta, Kepolisian Daerah Maluku untuk lebih mengoptimalkan peran-peran intelijen di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau Lease, secara khusus di Kecamatan Pulau Haruku.

Hal ini diungkapkan Rumra kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (14/2) merespon kejadian penembakan salah satu warga Negeri Hulaliu.

“Memang kita mendapatkan informasi terkait penembakan warga Hulaliu maka kepolisian harus lebih memperkuat pengawasan didaerah ini,” ujar Rumra.

Dijelaskan, peranan intelijen harus dioptimalkan oleh kepolisian guna mendeteksi secara dini terjadinya kejahatan-kejahatan seperti penembakan, sebab jika tidak maka aktivitas masyarakat akan terhalangi dan tidak dapat berjalan dengan baik.

Apalagi kondisi saat ini di Pulau Haruku masih belum stabil dan pemerintah daerah bersama DPRD juga masih berupaya untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi, sehingga aparat kepolisian harus mendukung dengan memperkuat pengamanan pada daerah-daerah yang dianggap berpotensi menimbulkan konflik.

Menurutnya, dengan adanya penembakan ini maka Komisi I DPRD Maluku akan memanggil Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Lease untuk melakukan pertemuan menyikapi gangguan kamtibmas yang belakangan terjadi, sebab tidak bisa dibiarkan masalah ini berlarut-larut terjadi.

“Kebetulan Komisi I lagi ke Masohi, jadi nanti balik kita akan agendakan untuk memanggil Ka­polresta guna bahas masalah ini untuk menghindari korban lagi di masyarakat,” tegasnya. (S-10/S20)