AMBON, Siwalimanews – Venesia Pelamonia, se­orang pemudi berusia 20 ta­hun ini hilang digulung om­bak saat bere­nang bersama teman-teman­nya di Pantai Natsepa, Keca­matan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kecelakaan laut yang me­nimpa warga asal Desa Suli ini terjadi pada Kamis (3/8) sekitar pukul 17.00 WIT.

Demikian diungkapkan Ke­pala Kantor SAR Ambon, Mu­hammad Arif Anwar kepada ke­pada wartawan, Kamis (3/8).

Anwar menjelaskan, keja­dian tersebut diketahui saat Comm Centre Basarnas Ambon sekitar pukul 19.06 WIT, me­nerima informasi dari Ba­pak Yasir, anggota Polair Pol­da Maluku melaporkan bah­wa, pukul 17.00 WIT seorang warga asal Desa Suli terseret ombak dan tenggelam di se­kitar Destinasi Wisata Pantai Natsepa.

Atas informasi itu, lanjut dia, tim dikerahkan melakukan pencarian dengan hasil nihil.

Baca Juga: Klaim tak Kriminalisasi, Aji: Itu Langgar UU Pers

“Upaya pencarian di per­mukaan air oleh Tim SAR Gabungan hingga pukul 00.00 WIT belum menuai hasil maksimal.

Ops SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Jumat (4/8) pagi untuk operasi penyelaman.

Anwar menyebutkan, kecelaka­an laut tersebut terjadi sekitar jam 5 sore. Saat itu korban diketahui berenang bersama beberapa temannya di Pantai Natsepa, dan saat itu dihantam ombak, beberapa teman korban berhasil menyela­matkan diri, namun tidak dengan korban.

Upaya pencarian dari masyarakat sekitar pun sudah dilakukan namun terkendala tinggi gelombang.

Pencarian di SBB Nihil

Bukan saja kecelakaan laut terjadi di Pantai Natsepa, di Kabupaten SBB juga kejadian yang sama menimpa korban Mahdun Hasan (44), warga Dusun Way Ase, Desa Luhu.

Korban hilang lantaran terjatuh long boat di sekitar perairan Dusun Way Ase, Rabu (2/8).

Dalam pencarian ini, KN SAR Abimanyu dikerahkan menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi SAR dengan jarak 36 NM dan heading 294.09° arah Barat laut dari Kantor SAR Ambon.

“Pencarian untuk kecelakaan ini dilakukan pasca Basarnas memperoleh Informasi dari Comm Centre Basarnas Ambon sekitar pukul 07.30 WIT, dan hingga pencarian hari ini masih nihil,” ujar Anwar. (S-10)