AMBON, Siwalimanews – Ketua Bidang Organisasi dan Humas Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Provinsi Maluku, Rony Samloy mengecam Pempov Maluku lantaran tidak me­nghargai para atlet dayung penyum­bang medali saat pulang bertanding dari event PON XX Papua.

Para atlet dayung yang sukses menyabet enam medali di PON XX Papua, harus terlantar saat tiba di Bandara Internasional Pattimura Rabu (13/10). Pasalnya, tidak ada satu pun penjemputan, paling tidak mobil untuk mengangkut mereka.

Menurut Rony, diduga kuat ada hubungan yang tidak harmonis antara pejabat pemprov dengan pengurus KONI Maluku.

“Tidak Masuk akal atlet yang  habis bertanding dan mau pulang, itu tidak ada koordinasi ke Ambon, itu tidak masuk akal. Karena saat ini dunia komunikasi sudah sangat canggih lancar. Ketika atlet itu tidak dijemput oleh pemerintah daerah, diduga kuat, ada hubungan yang tidak harmonis antara pejabat pem­prov dengan pengurus KONI Ma­luku,” katanya kepada Siwalima di Ambon, Kamis (14/10).

Ia menyayangkan koordinasi Pemprov Maluku dengan KONI kaitan dengan kepulangan atlet usai bertanding. “Kalau kemudian  dong datang itu sudah ada penjemputan itu baru benar. Tapi ketika datang baru hampir dua jam dijemput itu namanya penelantaran. Mestinya harus koordinasi jangan dolu pu­lang. Nanti kita pulang sama-sama. Okelah bahwa orang bilang saat kepulangan atlet dan tiba di Ambon bersamaan dengan kunjungan Wa­pres, Maruf Amin. Tapi PON ini sudah beberapa hari berlangsung. Jadi intinya  berangkat dengan ma­salah, pulang juga jadi masalah,” tandas Rony.

Baca Juga: TMMD 112, Ajang Akselerasi Membangun Negeri

Terlantar di Bandara

Sungguh apes nasib tim dayung yang mengharumkan nama Maluku di PON XX Papua. Pasalnya kepu­langan mereka ke Ambon, tak di­jemput satupun pejabat KONI maupun pejabat Pemprov Maluku.

Rombongan atlet, pelatih, teknisi yang berjumlah 19 orang tersebut harus memendam kecewa, lantaran saat keluar dari ruangan kedatangan, tak ada satupun jemputan dari orang KONI atau Pemprov Maluku. Bahkan bis angkutan pun belum ada yang datang.

Kekecewaan itu lalu ditumpahkan Chelsea Corputty pada laman face­booknya. Sontak unggahan peda­yung putri peraih medali emas pertama untuk kontingen Maluku ini viral dan mendapat tanggapan ber­agam dari nitizen.

“Adooo kasihan e. Masing-ma­sing pulang naik ojek jua kapa. Su lelah, su lapar lai,” ujar Chelsea da­lam video tersebut.

Dalam video berdurasi 8 menit 41 detik itu, Chelsea juga menandai Ketua PODSI Maluku Anos Yermias.

Para atlet dalam video itu meng­ungkapkan kekesalan mereka de­ngan mengatakan, tim dayung Ma­luku sudah buat yang terbaik namun diterlantarkan, berikut ungkapan para atlet dalam video tersebut  dengan menggunakan dialeg Ambon yang kental. “Atlet dayung ter­lantar gais, Ko­tang pulang dari PON bawa 6 medali tapi diterlantarkan, hayo kasiangeee Maluku eeee.

Dalam video itu Chelsea juga sempat memanggil nama rekannya yang juga meraih emas, La Memo. Menurut Chelsea, La Memo dan rekan-rekannya yang lain juga harus pulang sendiri-sendiri.

“Memo pulang, ka Osi cari jalan sandiri. Sampe sini katong seng dapat jemput,” keluh Chelsea.

Anos Yermias kepada Siwalima­news melalui telepon selulernya, Rabu (13/10) enggan mengomentari viralnya video atlit dayung Maluku.

“No Comment, semua sudah ter­jadi,” tandas Anggota DPRD Ma­luku ini.

Satu jam menunggu di bandara, rombongan dayung itu akhirnya dijemput tiga bis milik Panca Karya. Tidak ada penjemput dari KONI atau Pemprov, hanya tiga sopir bis tersebut.

Rombongan kemudian diantar ke Asrama Haji, di kawasan Waiheru untuk pemeriksaan kesehatan me­reka terkait Covid 19.

Tiba di Asrama Haji, satgas Covid di Wisma Haji kaget kedatangan tim dayung. Menurut mereka belum ada kordinasi dan pemberitahuan dari Pemprov. Akibat tidak adanya koor­dinasi, tim dayung kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Nitizen yang kecewa, lalu melon­tarkan beragam komentarnya. “Lain kali sg ush iko bkng cape, cb waktu itu trma tawaran papua cesa su dpt 1,650miliar. Maluku kpn atlet di­perhatikan,” tulis Nitha Corputty.

Nitizen lain, Latuconsina Mo menulis, “Barang2 Manta abisss memang dari kapala aer sampe kaki aer musti dievaluasi.”

“Woe Gubernur…dengar itu…bi­king jumpa pers,” tulis Novy Kiri­wenno.

Sementara itu Philip William menulis, “Sio ade2 tahan2 hati juaeee….ampunilah mereka krn mereka tdk tau apa yg mereka perbuat.”

“Bgmn maluku mau maju kaya bgtu .sioooo…tolong pak gubernur per­hatiannya buat ade ade,anak anak kita yg berjuang buat nama malauku,yg bawa pulang medali saja bgtu apalagi seng bawa medali.. siooo,” tulis Petrus Marcus Pelupessy.

Dikecam

Sikap Pemerintah Provinsi Maluku yang tidak menjemput para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di PON XX Papua, dikecam Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Justina Renyaan. “Sebagai Komisi yang membidangi olahraga, kami pertanyakan sikap Pemprov Maluku sehingga tidak ada yang menjemput kepulangan para atlet. Kita terus terang sangat kecewa,” tandas Renyaan.

Menurutnya, walaupun kedata­ngan para atlet bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Ma’aruf Amin, namun Pemprov Maluku juga harus memprioritas­kan para atlet yang telah bertan­ding dan me­nyumbang medali bagi Maluku pada PON XX Papua. “Dari kemarin sudah ada informasi kedatangan para atlet dan itu bisa diatur, apalagi para atlet ini juga penting bagi Maluku,” tegasnya. (S-32)