AMBON, Siwalimanews – Anggota Komisi III DPRD Maluku, Fauzan Husni Alkatiri menuding Pemprov Maluku tak mampu fung­sikan Mess Maluku.

Janji Kepala Dinas PUPR Maluku, Ismail Usemahu bahwa Mess Maluku akan beroperasi pada akhir tahun 2023. Namun sayangnya janji tidak mampu direalisasikan. Buktinya, Mess Maluku yang berada di Jalan Kebun Kacang Raya No 20 Jakarta Pusat hingga kini belum tuntas dikerjakan.

Alkatiri saat diwawancarai Siwa­lima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (15/1) mengatakan, Kadis PUPR Maluku dalam rapat bersama Komisi III DPRD Provinsi Maluku diakhir Tahun 2023 memberikan garansi, jika Mess Maluku akan tuntas dan beroperasi pada akhir 2023 lalu.

Faktanya, lanjut Alkatiri, sampai dengan saat ini aset milik daerah di jantung ibu kota negara itu belum juga beroperasi.

“Kepala Dinas PU menjanjikan bahwa akhir tahun sudah akan selesai namun sudah hampir 5 tahun mess Maluku tidak bisa berfungsi secara maksimal,” kata Alkatiri.

Baca Juga: Jalan Watludan – Trana Rusak Parah Warga Minta Pemkab Beri  Perhatian

Alkatiri menegaskan, Kepala Dinas PUPR boleh mengklim penyelesaian Mess Maluku namun Pemprov Maluku tidak mampu memfungsikan Mess Maluku secara baik.

DPRD kata Fauzan berulang kali memberikan atensi terhadap Mess Maluku agar segera difungsikan tetapi belum juga artinya wajah provinsi Maluku di Jakarta itu tidak bisa berfungsi.

Padahal Mess Maluku akan dilihat orang sebagai etalase orang Maluku di Jakarta dan secara jujur harus dikatakan belum bisa dikelola secara baik.

“Ini yang kita sayangkan, Mess Maluku ini berapa banyak anggaran yang ada disitu bahkan mencapai puluhan miliar, tapi sampai sekarang belum difungsikan,” jelasnya.

Alkatiri pun meminta Dinas PUPR untuk segera menuntaskan penger­jaan Mess Maluku dan segera difungsikan, agar menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Pemda Maluku.

Rehab Belum Tuntas

Rehabilitasi Mess Maluku sebagai Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta, jalan Kebun Kacang Raya Nomor 20, Jakarta Pusat sudah empat tahun proyek ini belum tuntas dikerjakan.

Hingga berakhirnya masa kontrak, proyek yang telah menghabiskan anggaran Rp 20,7 miliar itu tak kunjung tuntas.

Di tahun 2023 ini saja, anggaran sebesar Rp 4.4 miliar juga 100 per­sen cair namun proyek  tersebut tak selesai juga. Pemprov Maluku sejak tanggal 27 April 2023 lalu menunjuk CV Sisilia Mandiri sebagai kontraktor pelaksana rehabilitasi dengan waktu pekerjaan selama 120 hari dan berakhir pada 26 Agustus lalu.

Miliaran rupiah tersebut diper­untukkan perbaikan 57 kamar dan pengadaan seluruh kebutuhan kamar yang berada di lantai empat hingga lantai tujuh seperti peng­adaan sprint bead, bantal kepala, bantal guling closed, shower, televisinya dan lainnya.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku, Ismail Usemahu membenarkan jika sampai saat ini rehabilitas Mess Maluku masih dilakukan.

Usemahu mengakui, pekerjaan yang sedang berlangsung di Mess Maluku bukan lagi pekerjaan fisik gedung melainkan hanya finishing.

“Memang saat ini pekerjaan itu hanya seputar finishing seperti pemasangan tempat tidur dan pe­nataan dapur,” ujar Usemahu kepa­da wartawan di Baileo Rakyat Ka­rang Panjang Ambon, Selasa (12/12).

Usemahu menegaskan pihaknya menargetkan dalam waktu dekat seluruh proses finishing Mess Maluku akan selesai dilakukan sehingga dapat dioperasikan.

Terkait dengan pengelolaan, Usemahu menjelaskan Mess Maluku nantinya dikelola oleh pihak ketiga, sebab jika dikelola Pemda maka akan ada biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kalau untuk saya pengelolaan harus dari pihak ketiga supaya langsung ada pemasukan PAD, kalau dari Pemda harus keluarkan biaya untuk operasional lagi, jadi kita harapkan dari pihak ketiga saja,” ucap Usemahu.

Usemahu menambahkan, jika tidak ada halangan maka dipastikan awal tahun 2024 Mess Maluku resmi beroperasi kembali.

Sekda Klaim

Sebelumnya Sekretaris daerah Maluku, Sadli Ie mengklaim jika proyek rehabilitasi Mess Maluku tuntas dikerjakan.

Penegasan terkait tuntasnya proyek rehabilitasi Mess Maluku yang menggunakan APBD Maluku diungkapkan sekda kepada warta­wan di Ambon bulan Agustus lalu.

“Seluruh pekerjaan rehabilitasi Mess Maluku telah tuntas dikerjakan dan telah diserahkan kepada pemprov,” ujar sekda.

Pemerintah provinsi kata sekda, saat ini tengah mempersiapkan proses operasional Mess Maluku setelah selesai dikerjakan oleh kontraktor. Bahkan, Pemprov menargetkan Mess Maluku dapat beroperasi kembali di bulan November 2023 mendatang, untuk mendatangkan pendapatan bagi daerah.

“Kita berharap di bulan depan bisa dioperasikan, tapi untuk pengelolanya masih dipegang badan penghubung sambil menunggu proses kontrak selesai,” tegas sekda.

Langkah ini ditempuh Pemrov kata sekda, jika menunggu proses kontrak selesai, maka daerah telah mengalami kerugian dari aspek pendapatan.

“Kalau Mess Maluku mau dikelola oleh pihak ketiga minimal Pemprov melalui penghubung untuk me­laksanakan tiga bulan pertama sambil mencari pihak ketiga yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan dalam aturan itu,” jelasnya. (S-20)