AMBON, Siwalimanews – Anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kota Ambon Edison Sarimanela menuding Pemerintah Kota Ambon sangat lemah dalam hal pencegahan penularan penyakit demam berdarah di tengah masyarakat.

Penilaian ini disampaikan Sarimanela kepada Siwalimanews, Rabu (6/10) merespon masih tingginya angka penyebaran DBD di Kota Ambon, yang mana sampai dengan triwulan kedua, angka terkonfirmasi DBD mencapai 118 kasus, jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu yang hanya 50 kasus.

Persoalan pencegahan dan penanggulangan penularan DBD kata Sarimanela, sesungguhnya menjadi tanggung jawab Pemkota Ambon, khususnya Dinas Kesehatan yang harus dilihat secara utuh.

“Ini tanggungjawab Pemkot untuk melihat persoalan DBD, lagipula ini penyakit musiman, sehingga penanggulangan yang dilakukan juga harus secara utuh tidak bilah parsial,” tandas Sarimanela.

Selain itu, menurut Sarimanela, selaku instansi teknis Dinas Kesehatan Kota Ambon tentunya sudah mengetahui daerah-daerah mana saja yang menjadi basis penularan DBD, sehingga harus secara tegas melakukan upaya, sebab yang terlibat dari segi pencegahan belum dilakukan secara maksimal

Baca Juga: DPRD Percepat Penyelesaian Ranperda Covid-19

“Pemerataan daerah terpapar sudah diketahui dinas, maka cara penanganan harus segera jangan sampai masyarakat sudah terjangkit baru turun, ini salah, karena dari segi pencegahan sangat lemah,” ujar Sarimanela.

Olehnya itu tambah Sarimanela, Dinas Kesehatan tidak boleh henti-hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, yang memang rentang dengan penularan DBD, seperti yang ada di Desa Passo, jika tidak, maka kasus DBD bisa saja bergerak naik.

Selain itu, voging juga harus gencar dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon pada daerah-daerah hasil pemetaan yang berpotensi menyumbangkan angka penyebaran DBD di Kota Ambon, agar secara perlahan, kasus ini dapat ditekan dengan baik. (S-50)