NAMLEA, Siwalimanews – Keluarga pasein berinisial HB (60) asal Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan,berinitial HB (60) dikabarkan membuat keributan di ruang IGD RSU Namlea lantaran ditetapkan sebagai PDP dan dipindakan ke ruang isolasi Covid-19.

Sebelum dipindahkan ke ruang isolasi, HB sempat ditangani di ruang IGD. Ia dibawa keluarganya dari Bursel untuk dirawat di RSU Lala dengan keluhan sakit paru ini merupakan pasien rujukan dari RSU di Namrole.

Setelah lima hari di ruang IGD dan sakitnya tidak kunjung sembuh, HB di rapid test dan hasilnya reaktif. Namun langkah terukur pihak rumah sakit itu tidak diterima dan konon ada keluarga yang membuat keributan di sana.

Insiden di ruang IGD itu bocor ke wartawan setelah ada dokter di RSU Lala pada Kamis siang menulis pesan yang berbunyi, “Maaf itu keluarga pasien covid di IGD marah-marah dan teriak teriak, mungkin ada polisi atau TNI yg mengamankan, trims.”

“Dengan Hormat mohon respon, terutama bagian managemen, pasien mau taruh dimana, tolong lengkapi fasilitas, karena kalo z sesuai SOP maka tidak ada yg merawat pasien nantinya, kalo tidak ada APD kami tidak bisa merawat pasiennya trims, tolong dong trims.Keluarga su marah-marah dan teriak teriak.trims,”tulisnya lagi beberapa menit kemudian setelah pesan pertamanya tidak direspon.

Baca Juga: Istri Sekda Maluku Sembuh Dari Covid-19

Sekitar pukul 15.11, satu dokter lagi mengirim pesan, “Tolong dong pasien ada mengamuk di IGD ini.”

Kemudian ada yang menanggapinya, bisa hasil rapidnya di lampirkan kah? blm dijelaskan saja udah pada ngamuk keluarga.

Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten Buru Nani Rahim yang dikonfirmasi wartawan tadi malam membenarkan insiden ini.

“Iya ada sedikit trouble di rumah sakit Keluarga PDP tidak terima dikatakan reaktif rapid test,” ujar Nani.

Menurut Nani, PDP berinitial HB ini berasal dari Kabupaten Buru Selatan. Data di RSU Lala mencatat yang bersangkutan asal Namrole.

“HB masuk RS lima hari yang lalu. Hari ke 5 baru RDT reaktif,”tambah Nani.

Ditempat terpisah Direktur RSU Lala di Namlea, dr Helmi menjelaskan HB kini sudah dipindahan ke ruang isolasi dan dirawat sebagai PDP sebab rapid testnya reaktif.

“Pasien rujukan dari RSU Namrole ini sakit dan sebelum itu dirawat di IGD. Kemudian ada rencana mau dirujuk ke Ambon,” ujarnya.

Sesuai standar, kata dr Helmi, maka HB harus dirapid test dan saat dirapid test itu hasilnya reaktif dan itu dilakukan sampai tiga kali dan semuanya reaktif. Karena hasilnya reaktif, HB yang kondisi bawaan sedang sakit telah dipindahkan ke ruang isolasi.

“Untuk sementara kita yang merawat PDP ini. Kalau nanti harus dirujuk ke Ambon, maka nanti Pak Kadis Kesehatan yang berkomunikasi dengan ibu Kadis Kesehatan Provinsi,” cetusnya.(S-31)