PEMERINTAH Kota Ambon mulai mendata masyarakat terdampak kenaikan harga BBM, di Kota Ambon.

Tercatat sebanyak 464 warga Kota, yang merupakan tukang ojek, akan menerima  subsidi BBM dari Pemerinah Kota (Pemkot) Ambon.

“Sementara yang terdata sebanyak 464 orang, mereka adalah tukang ojek,” ujar Pejabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, kepada Wartawan, di Ambon, Rabu (19/10).

Wattimena mengungkapkan, anggaran yang tersedia untuk mereka yang terdata, sebesar Rp. 490.680. 000.

Bantuan BBM ini, lanjut Wattimena, tidak hanya bagi tukang ojek, tetapi juga Nelayan. Dan hingga kini, sebanyak 1.385 Nelayan telah terdata. Dengan total anggaran yang dikucurkan untuk tiga bulan, sebesar Rp. 1.171.710.000.

Baca Juga: Pramono: Pengelolaan Pajak di MBD Terbaik se-Maluku

“Terkait dengan pelanyaluran bantuan-bantuan itu, maka  Pemkot melakukan penandatanganan MOU, dengan PT. Pos Indonesia, Regional Makasar, KPCU Ambon. Tujuannya agar subsidi ini sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait hal itu, Wattimena memberikan apresiasi atas kerja PT. Pos yang merespon niat Pemkot terkait proses penyaluran ini.

“Diharapkan, proses terlaksana dengan lancar dalam waktu dekat. Dan ini awal Pemkot dengan PT. Pos, akan ada banyak kebijakan-kebijakan  yang membutuhkan kolaborasi,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Kepala KPCU Ambon, Vicky Vidianto menambahkan, bahwa pihaknya akan berupaya untuk segera menyalurkan bantuan tersebut tepat sasaran sesuai data Pemkot.

“Kami upayakan dalam empat hari sudah tersalurkan. Untuk  proses teknis penyalurannya kepada komunitas berskala kecil, atau door to door,”ujarnya. (S-25)