SAUMLAKI, Siwalimanews – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui  Dinas Kearisapan dan Perpustakaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai meningkatkan minat baca warga desa, yang diawali pada tiga desa di Kecamatan Tanimbar Selatan dengan mengembagkan literasi berbasis perpusatakaan.

Kepada Siwalimanews di ruang kerjannya, Senin (6/3) Kadis Kearsipan dan Perpusatkaan KKT Rano Titirloloby menjelaskan, saat ini pihaknya sementara fokus untuk pengembangan perpustaan desa melalui bantuan perpustakaan nasional.

“Beberapa waktu lalu telah diberangkatkan tiga kepala desa, yakni Kades Latdalam, Lauran dan Sifanana mengikuti kegiatan sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosaila (T-BIS) di Jakarta. Karena tahun ini, KKT dapat bantuan dari perpustakaan nasional berupa pengembangan desa, yaitu perpustakaan desa,” jelas Rano.

Pasalnya kata Rano, dari sejumlah desa yang ada di KKT yang diusulkan, ternyata yang lolos verifikasi hanya tiga desa, yakni Desa Sifnana, Desa Latdalam dan Desa Lauran.

Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, pihak perpustakaan daerah KKT mendampingi tiga desa tersebut yang diundang oleh Perpustakaan Nasional untuk mengikuti sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial selama tiga hari di Jakarta dan akan berlanjut terus hingga bulan November mendatang hingga tahap evaluasi.

Baca Juga: Peduli Stunting, Kasad Salurkan Bantuan ke Tanimbar

“Konsep sekarang ini sebagai perpustakaan daerah di KKT maupun di seluruh Indonesia, bukan lagi tempat baca saja. Tetapi sekarang perpustakaan daerah lebih dari itu, yakni dengan program yang berbentuk literasi, dimana memperdalam pengetahuan masyarakat tentang apa yang dibaca dan dapat di praktekkan langsung di lapangan,” jelas Rano.

Ia mencontohkan, pihaknya berdayakan perpustakaan desa dengan memberikan bantuan langsung yang menjadi ikon warga desa yang rutin dikerjakan atau yang selalu menjadi prioritas warga desa tersebut.

Bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan bimbingan serta kerjasama dengan dinas teknis untuk menghadirkan penyuluh-penyuluh profesional pada bidang-bidang tertentu guna memberikan pandangan, pelatihan dalam membimbing warga desa dalam mengolah sumber daya alamnya.

“Untuk itu, kami perpustakaan daerah ke depan sudah mengubah paradigma cara melayani masyarakat. Bukan hanya dengan buku, tetapi dengan memberikan pelatihan serta sosialisasi kepada masyarakat untuk bagaimana masyarakat dapat mampu melakukan sesuatu untuk peningkatan kebutuhan dalam rumah tangga mereka,” tandas Rano.

Oleh karena itu kata Rano, Bukan hanya ketiga desa yang lolos verifikasi saja yang diberikan penyluhan dan pembinaan, namun pihaknya juga akan memperjuangkan serta melihat desa-desa lain yang ada di KKT.

Ia juga berharap, ketiga kepala desa yang mengikuti pelatihan tersebut juga kiranya dapat mengikutinya dnegan baik, sehingga pada saatnya nanti dapat mensosialisasikannya juga kepada warganya.

“Harapan kami untuk para kepala desa, bahwa dengan adanya sosialisasi kemarin dari perpustakaan nasional, setelah kembali ke desa masing-masing harus membuat gebrakan-gebrakan, bagaimana meningkatkan minat baca warganya, serta meningkatkan pendapatan warganya melalui program literasi ini dengan melihat potensi-potensi yang ada di setiap desa,” harap Rano. (S-26)